Search
Close this search box.

Diduga Stres Karena Penyakit, IRT di Mamasa Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Diduga Stres Karena Penyakit, IRT di Mamasa Akhiri Hidup dengan Gantung DiriNews TVPERISTIWA

Mamasa – Newstv, Diduga stres karena penyakitnya tak kunjung sembuh, Seorang IRT di Mamasa mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Korban ditemukan sudah menjadi mayat dalam kondisi tergantung oleh ibu kandungnya.

Juniati umur 30 tahun, penduduk Dusun Katoan, Desa Rante Tangnga, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Ibu Rumah Tangga (IRT) yang masih muda ini ditemukan telah jadi mayat oleh ibu kandungnya Dorkas, Minggu, 20 November 2022, sekitar pukul 16.30 waktu setempat. Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Rante tangnga, Amos Kariwangan Via ponselnya kepada media ini.

Lanjut Amos, bahwa korban memang akhir-ahir ini kelihatanya kurang sehat, jadi meninggalnya korban murni karna dihantui penyakitnya yakni sakit jantung, kakinya bengkak, kata Amos korban memiliki suami yang bekerja di Kalimantan, dan sejak menikan belum memiliki anak atau keturunan, korban usai gantung diri mayatnya dibawa langsung ke rumah sakit Banua Mamase untuk diotopsi. Jenazah diantar oleh keluarga serta Kepala Desa Rante tangnga, tepat pukul 21.00. Mayat korban dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Katoan desa Rante tangnga dikawal petugas kepolisian polsek dan polres Mamasa.

IRT di Mamasa gantung diri diduga karena stres akibat penyakitnya tak kunjung sembuh
IRT di Mamasa gantung diri diduga karena stres akibat penyakitnya tak kunjung sembuh.

Sementara itu,  Zet Tarrapa Mantan camat Tawalian mengatakan, korban pernah terpapar covid-19 dan sempat diisolasi mandiri di kediamanya, sebelumnya memang pernah dirawat di Makassar, kemudian ke Mamasa jelas Zet Tarrapa.

Sumber: kilas Indonesia
Editor: Ahmad Rinal