Search
Close this search box.

Dirkrimsus Polda Sulsel Dan beberapa Polres Di Sulsel Diduga Bermasalah, KPPM Kembali Melakukan Aksi Demontrasi Jilid lll.

Dirkrimsus Polda Sulsel Dan beberapa Polres Di Sulsel Diduga Bermasalah, KPPM Kembali Melakukan Aksi Demontrasi Jilid lll.News TVPERISTIWA

 

Newstv.id Makassar, – Puluhan massa aksi Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) Menggelar aksi unjuk rasa Jalan Sultan Alauddin Makassar dipimpin oleh Nur Wahid sebagai jendral lapangan pada kamis, 29 Desember 2022.

Aksi tersebut kembali di dilakukan ketiga kalinya Karna apa yang menjadi tuntutan sebelumnya diduga belum ada tindak lanjut Sampai hari ini, dimana adanya persoalan laporan terkait dugaan Dirkrimsus Polda Kombes Helmi Kwarta kusuma Putra dan Polres Lutim AKBP Silvester terlibat ketidak profesional dalam penanganan kisruh antar perusahaan tambang, aduan tersebut dilayangkan oleh PT Asia Pasific Mining Resource yang di wakili oleh kuasa hukum. Sebagaimana laporan tersebut sudah bergulir sejak bulan November 2022.

Belum lagi adanya dugaan gratifikasi tambang ilegal yang menyeret beberapa oknum kepolisian di Sulsel. Dimana diduga ada kebijakan untuk mengelola uang kordinasi dari pengusaha tambang ilegal di Kaltim dan menyeret nama Kapolrestabes Makassar Kombes pol Budi Haryanto di duga ikut serta menerima uang kordinasi dari pengusaha tambang ilegal di KALTIM dan di duga belum ada pemeriksaan dan tindak lanjut yang terpublikasikan Sampai hari ini.

Nur Wahid selaku Jendral Lapangan Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) menegaskan dalam orasinya, meminta Kadiv propam polri segerah mempublikasikan hasil dari pemeriksaan apa yang menjadi tuntutan kami sebelumnya. apabila tidak mampu menyelesaikan persoalan ini kami meminta secara tegas kepada Kapolri segerah mencopot Kadiv propam polri karna di duga lambang dalam menjalankan tugasnya.

” KPK harus turun tangan menindak lanjuti persoalan gratifikasi tambang sebagaimana di atur dalam pasal 11 ayat 2 UU NO 19 tahun 2019 dimana KPK berwenang tangani korupsi yang libatkan aparat penegak hukum, termasuk gratifikasi tambang ilegal, jangan Sampai persoalan ini berlarut-larut tidak ada tindak lanjut, dan kami juga akan melakukan aksi demontrasi berjilid jilid sampai persoalan ini tuntas, ” Tutup Nur Wahid.

Adapun tuntutan massa aksi Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa yang disampaikan di depan Kampus 1 UIN Alauddin Makassar Tepatnya di jalan Sultan Alauddin tersebut yakni,
1. mendesak Kadiv propam polri segera menindak lanjuti adanya laporan terkait ketidak profesional yang dilakukan Diskrimsus polda Sulsel dan kapolres lutim dalam penanganan kisruh perusahaan tambang
2. meminta propam polri agar memeriksa Dikrimsus polda, polres lutim dan Kapolrestabes Makassar karena diduga terlibat dalam gratifikasi tambang ilegal.
3. Berlandaskan pasal 11 ayat 2 UU No 19 tahun 2019 Meminta KPK ikut serta memeriksa Kepolisian yang di duga terlibat gratifikasi tambang
4. mendesak Kapolda Sulsel menonaktifkan sementara Kapolrestabes Makassar, Kapolres Lutim dan Dirkrimsus polda sampai pemeriksaan selesai.
5. mendesak Kadiv propam polri segera mempublikasi hasil periksa laporan yang di layangkan kuasa hukum PT Asia Pasific Mining Resource
6.tangkap dan adili pihak kepolisian yang melanggar kode etik profesi polri untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada polri. *(Sahrul)

 

Sumber : Nur Wahid Jendral Lapangan.