Search
Close this search box.

Hujan Dengan Intensitas Tinggi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel)

Warga Antang-Nipa Manggala

Newstv Sulsel – Hujan dengan intensitas tinggi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebabkan dua titik terendam banjir. Sebanyak 18 kepala keluarga (KK) mulai mengungsi.

H.Amiruddin mengatakan ketinggian air di wilayah tersebut saat ini sudah sulit dilewati kendaraan. Ada titik banjir yang ketinggian airnya sudah mencapai 50 centimeter.

“Antara Blok 8 sampai Blok 10 itu sudah mulai tidak bisa dilewati. Agak kesulitan mi mobil. Hanya mobil yang bodinya tinggi yang bisa lewat. Mungkin kisarannya sekitar setengah meter,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan intensitas hujan memang tinggi subuh tadi. Saat ini sudah ada dua titik lokasi pengungsian yang ditempati warga.

“Kemudian untuk pengungsi sudah ada beberapa KK,” terangnya.

Titik pengungsian pertama berada di Masjid Jabal Nur, Jalan Biolo 13 Blok 10 sebanyak 16 KK dengan total 54 jiwa. Kemudian di Masjid Makka Al Mukarramah, Jalan Suling 1 terdapat 2 KK pengungsi dengan total 12 jiwa.

Selain di Kecamatan Manggala, banjir juga terjadi di wilayah Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya. Ketinggian air mencapai sekitar 45 centimeter.

“Yang tergenang itu kan yang rutin di sekitar Paccerakkang. Tadi informasi (ketinggian air) terakhir 45 centi,” kata Camat Manggala Benyamin Turupadang secara terpisah.

Namun dia menyebut naiknya air di wilayah ini biasanya tidak berlangsung lama. Saat hujan berhenti, kata dia, air akan turun dengan sendirinya dalam beberapa waktu.Benyamin mengatakan banjir ini cukup mengganggu aktivitas warga karena terjadi di jalan. Akibatnya warga yang hendak melintas kesulitan.

“Kalau berhenti hujan dia surut mungkin sekitar satu jam setelah berhenti hujan,” katanya.Hujan dengan intensitas tinggi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebabkan dua titik terendam banjir. Sebanyak 18 kepala keluarga (KK) mulai mengungsi.

“Iya sementara naik itu di (Antang) Blok 8 ke Blok 10,” H.amiruddin katanya waktu diwawancarai awak media newstv Sulsel

H.Amiruddin mengatakan ketinggian air di wilayah tersebut saat ini sudah sulit dilewati kendaraan. Ada titik banjir yang ketinggian airnya sudah mencapai 50 centimeter.

“Antara Blok 8 sampai Blok 10 itu sudah mulai tidak bisa dilewati. Agak kesulitan mi mobil. Hanya mobil yang bodinya tinggi yang bisa lewat. Mungkin kisarannya sekitar setengah meter,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan intensitas hujan memang tinggi subuh tadi. Saat ini sudah ada dua titik lokasi pengungsian yang ditempati warga.

“Kemudian untuk pengungsi sudah ada beberapa KK,” terangnya.

Titik pengungsian pertama berada di Masjid Jabal Nur, Jalan Biolo 13 Blok 10 sebanyak 16 KK dengan total 54 jiwa. Kemudian di Masjid Makka Al Mukarramah, Jalan Suling 1 terdapat 2 KK pengungsi dengan total 12 jiwa.

Selain di Kecamatan Manggala, banjir juga terjadi di wilayah Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya. Ketinggian air mencapai sekitar 45 centimeter.

“Yang tergenang itu kan yang rutin di sekitar Paccerakkang. Tadi informasi (ketinggian air) terakhir 45 centi,” kata Camat Manggala Benyamin Turupadang secara terpisah.

H.amiruddin mengatakan banjir ini cukup mengganggu aktivitas warga karena terjadi di jalan. Akibatnya warga yang hendak melintas kesulitan.

Namun dia menyebut naiknya air di wilayah ini biasanya tidak berlangsung lama. Saat hujan berhenti, kata dia, air akan turun dengan sendirinya dalam beberapa waktu.

“Kalau berhenti hujan dia surut mungkin sekitar satu jam setelah berhenti hujan,” katanya.