Search
Close this search box.

Peternak Sapi Harus Waspada Penyakit Jembrana”Ini Kata drh. Elvi Martina

Peternak Sapi Harus Waspada Penyakit Jembrana”Ini Kata drh. Elvi MartinaNews TVNews

Pinrang Newstv-Usai penurunan kasus menular penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dialami peternak sapi, namun kini Peternak sapi di Kabupaten Pinrang kembali diminta mewaspadai varian penyakit baru ( Jembrana) yang menjangkiti hewan ternak sapi Bali.

Hal ini diutarakan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang drh.Elvi Martina bagaiamana awal mula penyakit Jembrana bisa masuk di Kabupaten Pinrang

Peternak Sapi Harus Waspada Penyakit Jembrana”Ini Kata drh. Elvi MartinaNews TVNews

Elvi mengungkapkan, Varian yang dinamai Penyakit Jembrana ini menjangkiti hewan ternak sapi mengkhususkan pada ternak sapi jenis sapi bali.

Penyakit ini, lanjutnya, tidak menjangkiti ternak sapi jenis eksotik seperti limousin dan simental, namun tetap harus diwaspadai oleh para peternak karena jenis sapi bali merupakan ternak populer bagi sebagian peternak sapi di Pinrang.

oleh karenanya, Elvi mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas yang dipimpinnya telah melakukan vaksinasi massal di lima kecamatan yang tertular Jembrana dan pengobatan bagi ternak yang sakit untuk memberikan kekebalan dan membentengi ternak dari penyakit jembrana ini.

Upaya ini tentunya membutuhkan respon yg positif dari peternak untuk menjaga kesehatan ternaknya guna meningkatkan produktivitas.

Para peternak juga diharapkan memperhatikan control vector pembawa penyakit ini yaitu lalat penghisap darah, hal ini, lanjutnya dapat dihindari dengan penyemprotan insektisida disekitar kendang selain upaya vaksinasi terhadap hewan ternak sapi.

Elvi berharap, kesadaran para peternak akan bahaya penyakit menular pada hewan ternak, dapat meningkat, hal ini sebagai upaya untuk menghindari merebaknya penyakit menular ini secara masif.

Lanjut Evi, ” Masyarakat juga tidak perlu kuatir sapi ternak yang sudah terjangkit Jembrana aman untuk dikonsumsi karena tidak menular ke manusia”. Tandasnya(*AR)