Pimpinan Hamas Ultimatum Pasukan RI di Gaza Tak Dukung Misi Israel   

blank

Koranindopos.com, JAKARTA – Pemimpin senior Hamas Osama Hamdan menegaskan bahwa peran Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) harus jelas. Termasuk militer Republik Indonesia (RI) yang rencananya akan dikirim ke Jalur Gaza, Palestina, dalam misi tersebut.

Osama mengultimatum Pasukan ISF tidak dalam kapasitas sebagai pelaksana agenda Israel dan mencampuri urusan sipil. ”Kami menekankan bahwa agar hal ini dapat dicapai dengan benar, pasukan harus ditempatkan di perbatasan, memisahkan warga Palestina dari pendudukan, dan mencegah pendudukan melanjutkan agresinya terhadap rakyat Palestina,” ujar Hamdan kepada Aljazeera Mubasher yang dirilis pada Rabu (11/2/2026).

Hamdan juga mengungkapkan, hasil komunikasi dengan pihak Indonesia mengenai tujuan pengerahan pasukan di Gaza. Peran Indonesia di Gaza, lanjut dia, akan terbatas pada memisahkan warga Palestina dari pasukan pendudukan dan mencegah agresi. Selain itu, mereka tak akan campur tangan dalam urusan sipil. ”Anda mendengar ini secara eksplisit dari pemerintah Indonesia. Mereka tidak akan menjadi pihak atau pelaksana agenda Israel apa pun di Jalur Gaza,” ungkap dia.

Media Israel, KAN, melaporkan RI akan jadi negara pertama yang mengerahkan pasukan internasional ke Gaza beberapa pekan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Washington. (cnn/mmr)