Washington D.C., Amerika Serikat – Presiden AS Donald Trump, membuka peluang bagi sejumlah negara untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace), badan internasional yang dibentuk untuk mengawasi pemerintahan pasca-konflik di Jalur Gaza, Palestina. Salah satu negara yang menerima undangan resmi dari Trump adalah Indonesia.
Dewan Perdamaian ini bertugas memantau kinerja Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG) yang baru dibentuk pekan lalu. Tugasnya mencakup dukungan administrasi, rekonstruksi, hingga pemulihan ekonomi Gaza, sesuai dengan 20 poin rencana perdamaian Trump. Trump akan menjabat sebagai ketua, sementara mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, termasuk dalam jajaran anggota.
Selain Blair, anggota Dewan Perdamaian antara lain Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, CEO Apollo Global Management Marc Rowan, Presiden Grup Bank Dunia Ajay Banga, dan Wakil Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.
Dalam surat undangan, Trump menyatakan bahwa Dewan Perdamaian dapat memperluas tugasnya melampaui Gaza, berperan dalam mendorong stabilitas, membangun pemerintahan yang sah, serta mengamankan perdamaian di wilayah yang terdampak atau terancam konflik. “Badan ini akan melaksanakan fungsi-fungsi pembangunan perdamaian sesuai dengan hukum internasional,” tulis Trump.
Negara-negara yang menerima undangan memiliki opsi keanggotaan maksimal tiga tahun, kecuali membayar US$1 miliar (sekitar Rp 17 triliun) untuk menjadi anggota tetap yang mendukung operasional badan secara penuh.
Beberapa negara telah menyatakan kesediaan untuk bergabung, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Kanada, dan Israel. Sementara beberapa negara lain menolak berpartisipasi. Daftar negara yang menerima undangan antara lain: Yordania, Pakistan, Turki, Mesir, Bahrain, Maroko, Israel, Indonesia, Belarus, Kanada, Hungaria, Argentina, Kazakhstan, Uzbekistan, Prancis, Norwegia, Swedia, China, Rusia, Ukraina, dan India.
Dewan Perdamaian ini menjadi sorotan internasional, karena melibatkan negara-negara besar dan bertujuan untuk menstabilkan kawasan Timur Tengah yang selama ini rawan konflik.


