News TV, AS – Sejumlah sumber Amerika Serikat menyebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menggempur habis-habisan Iran. Dia ingin menggulingkan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam beberapa bulan mendatang apabila negosiasi nuklir tak kunjung menemui kesepakatan. Trump mengincar markas besar Korps Garda Revolusi Iran, situs nuklir, hingga program rudal balistik.
Dilansir dari CNN yang mengutip New York Times pada Minggu (22/2/2026), AS dan Iran akan kembali bernegosiasi di Jenewa, Swiss pada Kamis (26/2/2026). Kabar tersebut dilaporkan merupakan negosiasi upaya terakhir menghindari konflik militer. Meski belum ada keputusan akhir, para penasihat Trump melaporkan AS akan melakukan serangan dalam beberapa hari mendatang dengan tujuan menggertak Iran agar bersedia melepas kemampuan mereka membuat senjata nuklir.
Trump juga ingin pengayaan nuklir Iran ada di angka nol. Saat ini, pengayaan uranium mereka mencapai 60 persen. Jika serangan Trump gagal meyakinkan Teheran, para sumber mengatakan dia akan membuka kemungkinan serangan militer akhir tahun ini. Gempuran tersebut juga bertujuan melengserkan Khamenei.
Trump membahas rencana serangan AS ke Iran pada Rabu di Ruang Situasi Gedung Putih. Saat itu, pertemuan dihadiri Wakil Presiden JD Vance; Menteri Luar Negeri Marco Rubio; Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan; direktur CIA, John Ratcliffe; dan Susie Wiles, kepala staf Gedung Putih.
Menurut sumber yang mengetahui rencana itu, dalam pertemuan Trump juga mendesak Caine dan Ratcliffe untuk memberi pandangan yang lebih luas di Iran. Caine lalu menjelaskan apa yang dilakukan militer dari sudut pandang operasional. Ia tak bisa memastikan apakah operasi yang sama dengan Venezuela bisa dilakukan di Iran, mengingat target yang lebih sulit.
Saat operasi penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Caine mengatakan kemungkinan keberhasilan sangat tinggi. Sementara itu, Ratcliffe lebih memilih membahas situasi kini di lapangan serta kemungkinan hasil operasi yang diusulkan. Gedung Putih enggan memberi komentar soal rencana Trump menyerang Iran.
”Media boleh terus berspekulasi tentang pemikiran presiden sesuka mereka, tetapi hanya Presiden Trump yang tahu apa yang mungkin atau tidak mungkin dia lakukan,” kata Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly dalam rilis resmi. Trump berulang kali mengancam bakal menyerang Iran. AS bahkan sudah mengerahkan dua kapal induk di perairan Timur Tengah. (cnn/mmr)
