Ankara, Turki – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan Imbau AS Selesaikan Perselisihan dengan Iran melalui Diplomasi. Hakan Fidan, memberikan peringatan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait ketegangan yang sedang meningkat antara Washington dan Teheran. Fidan menekankan bahwa jika Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran, dampaknya akan sangat mengerikan. Ia menegaskan bahwa persoalan ini sebaiknya diselesaikan melalui jalur diplomasi.
“Keliru jika memulai perang lagi. Iran siap untuk kembali menegosiasikan masalah nuklir,” kata Fidan dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera.
Fidan menyarankan agar Amerika Serikat menyelesaikan perselisihan secara bertahap. “Saran saya kepada teman-teman Amerika, selesaikan satu per satu masalah dengan Iran. Mulailah dengan masalah nuklir, tutup, lalu lanjut ke yang lainnya,” ujarnya. Menurut Fidan, pendekatan bertahap ini akan lebih mudah diterima dan diproses oleh pihak Iran, dibandingkan menyelesaikan semua masalah sekaligus.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak demonstrasi berdarah di Iran yang berlangsung sejak 28 Desember 2025, menewaskan ribuan orang. Trump telah mengancam akan menyerang Iran jika Teheran tidak melanjutkan perundingan dan menyepakati program nuklir. Ancaman ini disampaikan bersamaan dengan keberadaan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Iran menyatakan kesiapan menghadapi konflik. Per Selasa (27/1/2026), Teheran menggelar latihan militer di Selat Hormuz yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (29/1/2026). Iran juga memperingatkan negara-negara di Timur Tengah agar tidak mengizinkan AS menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Teheran. Sejumlah negara Arab telah berkomitmen untuk menolak penggunaan teritori mereka bagi operasi militer Amerika Serikat.
Pernyataan Fidan menunjukkan posisi Turki sebagai mediator yang mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi, sekaligus menekankan risiko eskalasi militer yang dapat mengganggu stabilitas regional.


