BERITA  

Camat Pakantan : Ketua MUI Tidak Hadir di Acara Sakral Maulid Nabi dan HUT RI ke-81

Camat Pakantan : Ketua MUI Tidak Hadir di Acara Sakral Maulid Nabi dan HUT RI ke-81 | Newstv Indonesia
Camat Pakantan : Ketua MUI Tidak Hadir di Acara Sakral Maulid Nabi dan HUT RI ke-81 | Newstv Indonesia

 

Newstv.id | Mandailing Natal

Camat Pakantan Kabupaten Mandailing Natal, Armada, ST, MM memberikan pernyataan resmi terkait kisruh dan video viral saat perayaan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 di Kecamatan Pakantan yang menyeret nama Kasubbag Kepegawaian.

Berikut pernyataan lengkap Camat Pakantan Armada ST MM yang disampaikan kepada Media ini Kamis (9/10/2026):

“Kegiatan HAORNAS itu acara Resmi di Indonesia, kalau sanggup mengadakannya dilaksanakan, bukan tergantung kepada kecamatan lainnya. Kalau kecamatan lainnya sanggup, dilaksanakan dan acara HAORNAS ke-43 di Kecamatan Pakantan bukan suka-suka Camat Pakantan, ada rapatnya, ada undangannya, ada dibentuk Tim Panitia nya, yaitu Bu Sekcam selaku ketua panitia._

Rapat dihadiri oleh Kepala-kepala Desa, Kepala-kepala Sekolah, pimpinan Lintas Sektor se-Kecamatan Pakantan, dan diputuskan di rapat tersebut kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka perayaan HAORNAS KE-43 DI KECAMATAN PAKANTAN, dan suatu kebanggaan bagi Kecamatan Pakantan yang wilayahnya paling kecil di Kabupaten Mandailing Natal dan penduduknya sedikit, sanggup membuat perayaan HAORNAS.

Atraksi Camat Pakantan di HAORNAS telah disampaikan kepada ketua Panitia (Bu Sekcam) dan Pembawa acara (Sakban) pada saat Perayaan Maulid Nabi di Kecamatan Pakantan, Kasubbag sendiri selaku Ketua MUI Kecamatan Pakantan tidak hadir di acara Maulid tersebut, sehingga saya selaku pimpinannya malu kenapa Ketua MUI tidak hadir di acara Maulid Nabi tersebut, apalagi beliau itu bawahan saya di kantor.

Lagian sebagai bawahan tugas dia adalah ikut mensukseskan kegiatan, membantu keamanan dan kenyamanan pimpinannya, bukan malah masuk ke lapangan menantang pimpinannya. Kenapa dia yang maju padahal ada kurang lebih 500 orang yang hadir saat itu, orang lain saja semuanya di tempat masing-masing, Kasubbag mondar-mandir seperti cacing kepanasan di lapangan.

Pada saat saya berbalik, beliau menghalang kaki saya supaya jatuh dan menyepak kaki saya supaya jatuh, bukan secara refleks dan beliau bukan menangkap saya supaya tidak jatuh, tapi mendorong kuat badan saya supaya jatuh dengan bantuan sepakan kakinya ke kaki saya pada saat saya berbalik.

 

Semua pengakuan nya yang di rilis tersebut mengada-ngada untuk membuat pembenaran diri, beliau bukan menghindar seperti yang di sampaikan nya di berita lain, yang menghindar itu saya, dia mengejar, saya menghindar ke arah barisan dan disitulah kejadian yang tidak beretika dan beradab di lakukanya.

Pekerjaan Kasubbag itu suka buat fitnah, suka mengadu domba, membentuk grup-grup di Kantor Camat agar Kantor Camat tidak kondusif, kacau dan saling curiga, sering melapor yang tidak-tidak dan yang aneh-aneh ke kabupaten supaya Camat Pakantan disalahkan terus oleh warga dan pimpinan di kabupaten. Sejak dari awal sudah terlihat jelas rencananya untuk mengacau kegiatan perayaan HAORNAS.

Kalau dia mau tampil, kenapa tidak dibilang nya sama ketua Panitia yang hadir saat itu atau saat rapat? Kenapa tampil pada saat pimpinannya tampil atraksi? Berarti dia tidak mau kalah dengan pimpinannya sendiri. Kalau disuruh menjawab terus, tidak pernah mengatakan SIAP PAK, ada terus jawabannya yang kurang masuk di akal.

Sikap nya tidak pantas sebagai Ketua MUI KECAMATAN PAKANTAN, perayaan Maulid se-Kecamatan Pakantan saja beliau tidak datang, Perayaan HUT RI ke-81 pun dia tidak datang, dan mempersulit Tim Panitia HUT RI ke-81 Kecamatan Pakantan, sampai-sampai ketua HUT RI ke-81 di kecamatan Pakantan menangis kepada saya minta mundur jadi ketua HUT RI ke-81 di kecamatan Pakantan gara-gara ada masalah dengan istri nya Kasubbag (Kasek SMPN 1 Pakantan).

_Semua milik SMPN 1 Pakantan tidak boleh kami pakai dan tidak boleh kami pinjam, yang bisa kami pake adalah lapangan upacara dengan syarat harus dibabat dan tiang bendera harus di cat, selebihnya Ketua Tim Panitia yang mencarinya, seperti: bendera merah putih dibeli, baki bendera dibeli, tali bendera dibeli, soundsistem dan mikrofon dipinjam milik desa, Teratak dan kursi disewa, dll. Sepertinya SMPN 1 Pakantan milik pribadi, tidak boleh dipinjam untuk kegiatan pemerintah.”_

Pernyataan tersebut disampaikan Camat Armada ST MM sebagai hak jawab atas pemberitaan sebelumnya.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *