BERITA  

Konflik Internal Memanas di Kantor Camat Pakantan, Sekcam Trauma Jadi Katua Panitia, Sikap Kasubbag Disorot

Konflik Internal Memanas di Kantor Camat Pakantan, Sekcam Trauma Jadi Katua Panitia, Sikap Kasubbag Disorot | Newstv Indonesia
Konflik Internal Memanas di Kantor Camat Pakantan, Sekcam Trauma Jadi Katua Panitia, Sikap Kasubbag Disorot | Newstv Indonesia

 

Newstv.id |Madina,

Suasana kerja di lingkungan Pemerintah Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), disinyalir tidak harmonis. Konflik internal dan trauma pegawai mewarnai persiapan peringatan hari besar nasional, sehingga Bupati Madina Saipullah dan Inspektorat didesak bertindak cermat dan objektif.

Fakta tersebut terungkap dari beredarnya tangkapan layar percakapan di Grup WhatsApp internal “KANTOR CAMAT…”yang diperoleh awak media ini, terkait persiapan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026.

Sekcam Trauma, Tolak Jadi Ketua Panitia

Dalam percakapan tersebut, Camat Pakantan awalnya memberikan arahan kepada Sekretaris Kecamatan (Sekcam) untuk menggelar rapat persiapan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Namun, arahan itu direspon dengan penolakan oleh Bu Sekcam yang mengaku masih trauma.

“Mohon maaf Pak Camat, saya juga masih trauma. Sudah susah payah disusun acara ternyata nanti kacau. Izin saran Pak, bapak tugaskan dulu staf kita yang lain,” tulis Bu Sekcam dalam grup tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim media, trauma tersebut tidak terlepas dari kejadian pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) kemarin. Diduga setiap kali diadakan peringatan hari besar di Kecamatan Pakantan, selalu ada pihak yang sengaja mengacaukan jalannya kegiatan.

Kondisi itu membuat jajaran panitia, khususnya Bu Sekcam yang selama ini menjadi Ketua Panitia, merasa kelelahan secara mental dan enggan untuk kembali ditunjuk sebagai pengendali acara besar di kecamatan tersebut.

Sikap Kasubbag Kepegawaian Jadi Sorotan, Diduga Tidak Patuh Atasan

Tidak hanya trauma Sekcam, persoalan tata kelola dan kedisiplinan juga mencuat. Saat Camat mengalihkan instruksi kepada Kasubbag Kepegawaian, Jafar Saleh, untuk mengadakan rapat bersama para Kepala Desa (Kades) dan lintas sektor guna membentuk panitia upacara sesuai Surat Edaran Bupati Mandailing Natal, respon yang didapat justru di luar dugaan.

“Mohon maaf pak camat, saya Saat ini lagi tidak berada di kecamatan pakantan,” jawab Kasubbag Kepegawaian.

Jawaban singkat tersebut dinilai mencerminkan indikasi ketidakpatuhan bawahan terhadap atasan. Menurut sumber internal Kantor Camat Pakantan, setiap kali mendapatkan perintah dinas dari Camat, oknum Kasubbag tersebut dinilai kerap menyampaikan berbagai alasan dan jarang mengindahkan instruksi secara maksimal.

Sikap tersebut tentu sangat disayangkan, mengingat Kasubbag Kepegawaian seharusnya menjadi teladan kedisiplinan dan menjadi motor penggerak administrasi pemerintahan di tingkat kecamatan.

Menanggapi konflik internal dan dugaan indisipliner ini, publik dan tokoh masyarakat Pakantan meminta Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, beserta Tim Inspektorat yang telah dibentuk, untuk turun tangan secara serius.

Pemeriksaan dan evaluasi terhadap permasalahan antara Camat dan Kasubbag Kepegawaian diminta agar dilakukan secara menyeluruh, teliti, objektif, adil dan cermat, tidak tebang pilih.

Penanganan masalah ini diharapkan tidak dilakukan secara gegabah. Pasalnya, setiap keputusan dan sanksi yang dijatuhkan oleh pihak berwenang di dunia ini, kelak harus dapat dipertanggungjawabkan dengan jujur dan adil di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *