BERITA  

Heboh,,Video Ibu ibu Mendulang di Lokasi PETI Lingga Bayu, Diduga Dimanfaatkan, Narasumber Sebut Dibayar RP 15 Juta Oleh Mafia Tambang Inisial B

Heboh,,Video Ibu ibu Mendulang di Lokasi PETI Lingga Bayu, Diduga Dimanfaatkan, Narasumber Sebut Dibayar RP 15 Juta Oleh Mafia Tambang Inisial B | Newstv Indonesia
Heboh,,Video Ibu ibu Mendulang di Lokasi PETI Lingga Bayu, Diduga Dimanfaatkan, Narasumber Sebut Dibayar RP 15 Juta Oleh Mafia Tambang Inisial B | Newstv Indonesia

 

Modus Lama? Sebelumnya Emak-Emak Demo di Mapolsek Kotanopan Berujung Warga Bakar 3 Excavator – Warga Pantai Barat Minta APH Tangkap Toke B*

NEWSTV.ID | MANDAILING NATAL

Video ibu-ibu yang mendulang dan beraktivitas di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang viral di beberapa media sosial dalam beberapa hari terakhir diduga merupakan rekayasa yang sengaja disetting.

Dugaan tersebut disampaikan oleh salah seorang warga Pantai Barat kepada awak media, Minggu (11/10/2026).

Menurut narasumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan tersebut, aksi ibu-ibu itu diduga sengaja dimanfaatkan oleh salah seorang mafia PETI di Kecamatan Lingga Bayu dengan tujuan untuk mendapatkan belas kasihan dan simpati dari masyarakat Kabupaten Mandailing Natal.

“Diduga ibu-ibu yang mendulang yang dipublikasikan dalam beberapa media sosial belakangan ini adalah dimanfaatkan dan dibiayai oleh salah seorang mafia PETI agar PETI di Kecamatan Lingga Bayu mendapat belas kasihan dari masyarakat Mandailing Natal,” ujar warga tersebut.

Narasumber itu bahkan menyebut inisial “B”toke tambang emas ilegal yang diduga menjadi dalang di balik aksi tersebut.

“Diduga inisial “B”toke tambang emas ilegal  telah sengaja merekayasa kejadian tersebut dan membayar pihak bagian publikasikan sekitar Rp 15 juta rupiah,” ungkapnya.

Padahal jelas-jelas kita ketahui belum lama ini sejumlah ibu ibu di lokasi PETI Linggau Bayu sudah pernah diancam salah seorang penambang dengan membawa parang, dan bahkan ibu ibu disana sudah pernah melakukan aksi unjuk rasa menolak PETIdi lokasi tambang PETI lingga bayu

Ia menegaskan kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi di Kabupaten Mandailing Natal. Modus serupa diduga pernah dilakukan oleh jaringan mafia PETI di wilayah lain.

“Hal serupa diduga juga telah pernah terjadi di emak-emak di Kotanopan bahkan sampai melakukan unjuk rasa di depan Mapolsek Kotanopan. Namun pada akhirnya sekarang malah masyarakat sendiri yang melakukan pembakaran 3 unit alat excavator di sana,” jelasnya.

Menurutnya, aksi pembakaran 3 unit excavator oleh masyarakat di Kotanopan tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat sudah jenuh dan muak dengan aktivitas PETI ilegal yang merusak lingkungan.

Terkait hal itu, warga Pantai Barat tersebut meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera bertindak tegas.

“Diminta kepada pihak APH agar segera menangkap toke inisial B guna dimintai keterangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang diduga telah mempengaruhi massa dalam memuluskan kegiatan ilegal di Kecamatan Lingga Bayu,” pungkasnya.

Ia berharap Polres Mandailing Natal, Polda Sumut dan Satgas PETI tidak mudah terprovokasi oleh drama yang sengaja diciptakan oleh mafia tambang untuk melindungi bisnis ilegalnya yang merusak lingkungan dan merugikan negara.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak toke yang disebut berinisial B dan kepada pihak kepolisian di wilayah Lingga Bayu.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *