Newstv.id Madina
Sejumlah warga Kampung Baru mempertanyakan proses pengangkatan Ketua Koperasi Sikap Mandiri yang saat ini dijabat oleh Alpian Sahri.
Menurut informasi yang beredar di kalangan masyarakat, Alpian Sahri disebut tidak diangkat melalui forum musyawarah. Warga mengaku tidak mengetahui kapan dan oleh siapa Alpian Sahri diangkat menjadi ketua.
Sebelumnya, koperasi tersebut dipimpin oleh ketua terpilih, Ahyaruddin Rangkuti, yang disebut telah mengundurkan diri. Namun, proses pergantian kepemimpinan dari Ahyaruddin Rangkuti kepada Alpian Sahri itu yang kini menjadi sorotan warga.
“Kami tidak tahu kapan dan siapa yang mengangkat beliau menjadi ketua koperasi,” ujar salah seorang warga dalam pesan yang beredar, Minggu (8/11/2026).
Selain persoalan kepemimpinan, warga juga menyoroti pengelolaan lahan koperasi. Lahan tersebut disebut dikelola oleh Sabiran dengan menggunakan alat berat jenis ekskavator yang disebut dipromotori oleh Muklis, warga Simarobu, Batang Natal.
Dalam pesan yang sama, warga mengklaim pembagian hasil kepada masyarakat hanya sebesar 3 persen dari setiap penghasilan pengelolaan lahan tersebut. Warga menilai persentase itu sangat rendah dan mempertanyakan transparansi pengelolaan koperasi.
Hingga berita ini dibuat, pihak Koperasi Sikap Mandiri, Alpian Sahri, Sabiran, maupun Muklis belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan hak jawab.
Warga berharap pemerintah desa dan dinas terkait dapat memfasilitasi musyawarah terbuka agar persoalan kepemimpinan dan pengelolaan lahan koperasi ini bisa diselesaikan secara transparan dan sesuai aturan perkoperasian.
Tim













