BERITA  

“Pasien Terlantar di RS Tentara Watampone: Dokter Spesialis Tak Hadir, Kualitas Pelayanan Dipertanyakan”

"Pasien Terlantar di RS Tentara Watampone: Dokter Spesialis Tak Hadir, Kualitas Pelayanan Dipertanyakan" | NEWS TV Indonesia
"Pasien Terlantar di RS Tentara Watampone: Dokter Spesialis Tak Hadir, Kualitas Pelayanan Dipertanyakan" | NEWS TV Indonesia

Bone — Seorang pasien yang dirujuk dari Puskesmas Bajoe ke Rumah Sakit Tentara Dr. M. Yasin Watampone mengeluhkan kurangnya pelayanan medis yang memadai setelah mengalami ketidakpastian dalam mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis. Pasien tersebut sebelumnya telah dua kali menjalani pemeriksaan di Puskesmas Bajoe, yaitu pada Jumat, 4 Oktober 2024, dan Senin setelahnya, tetapi tidak menunjukkan perubahan yang signifikan meski sudah diberikan obat.

Ketika kondisi pasien tidak membaik, keluarga memutuskan untuk kembali berkonsultasi di puskesmas, yang akhirnya merujuk pasien ke RS Tentara Dr. M. Yasin Watampone. Namun, setibanya di rumah sakit tersebut pada hari senin 7 Oktober pukul 2 siang, keluarga pasien kecewa karena dokter spesialis penyakit dalam yang seharusnya memeriksa pasien sudah pulang. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar mengingat pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut dari tenaga medis yang kompeten sesuai dengan rujukan.

“Saya heran, bagaimana bisa pasien yang jelas-jelas dirujuk untuk pemeriksaan oleh dokter spesialis harus pulang tanpa pemeriksaan, hanya karena dokter ahli sudah tidak ada di tempat,” ungkap salah seorang anggota keluarga pasien dengan nada kecewa.

Keluarga juga menduga bahwa kurangnya perhatian terhadap pasien mungkin disebabkan oleh penggunaan BPJS Kesehatan. Mereka merasa bahwa pelayanan terhadap pasien BPJS terkadang tidak setara dengan pasien yang menggunakan layanan kesehatan non-BPJS. “Kami hanya menggunakan BPJS, mungkin karena itu pelayanannya kurang optimal,” tambahnya.

Kasus ini mengangkat persoalan mendasar tentang pelayanan kesehatan di fasilitas milik pemerintah. Sebagai lembaga pelayanan publik, RS Tentara Dr. M. Yasin Watampone diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat, tanpa membedakan status kepesertaan asuransi kesehatan. Ketersediaan dokter spesialis, terutama bagi pasien rujukan dengan kondisi yang memerlukan perhatian segera, harus menjadi prioritas dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Pengalaman ini memicu diskusi mengenai sejauh mana rumah sakit pemerintah dapat memenuhi kebutuhan pasien BPJS, yang jumlahnya terus meningkat. Keberadaan BPJS seharusnya menjadi jaminan bagi setiap pasien untuk menerima pelayanan yang layak tanpa diskriminasi. Sebagai rumah sakit pemerintah, RS Tentara Dr. M. Yasin Watampone diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanannya dan memastikan ketersediaan dokter spesialis pada setiap waktu operasional.

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, dan pasien mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang adil dan tepat waktu, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

(Andi Mawang Batara Soli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *