Newstv.id
Massa yang awalnya menuntut penerbitan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB) berubah menjadi beringas setelah tidak berhasil bertemu langsung Bupati Pangandaran.

Eskalasi kemarahan massa memuncak dengan tindakan anarkis, termasuk perusakan gerbang Pendopo dengan menggunakan satu perahu nelayan.
Dan kemudian merusak satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang disiagakan di lokasi. Massa mengamuk dengan memecahkan kaca dan merusak bodi kendaraan itu dengan lemparan benda keras.

Situasi yang hampir tak terkendali akhirnya berhasil diredam setelah Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., turun langsung ke lapangan.
Dengan menggunakan pengeras suara, Kapolres baru itu menyampaikan seruan menenangkan dan mengajak massa berdialog.
“Saudara-saudaraku, tolong dengarkan saya! Kami siap memfasilitasi dan mendukung, baik pemerintah maupun masyarakat, khususnya para nelayan,” ujar Andri di hadapan kerumunan massa.
Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas daerah. “Saya titip, semoga Pangandaran tetap kondusif. Kami siap mengawal proses ini hingga ada solusi. Mari kita selesaikan dengan cara yang terhormat, bukan dengan perusakan,” katanya.
Seruan Kapolres baru itu perlahan berhasil menenangkan massa setelah berdiskusi singkat dengan koordinator lapangan dan memberikan jaminan pengawalan terhadap aspirasi nelayan. Dan akhirnya, satu persatu massa membubarkan diri.
Newstv.id majalengka
(Asep saefuloh)













