Mahasiswi Unhas: Hamil 4 Bulan, Dicekoki Obat, Lalu Dibunuh Pacar

Mahasiswi Unhas: Hamil 4 Bulan, Dicekoki Obat, Lalu Dibunuh Pacar | NEWS TV
Mahasiswi Unhas: Hamil 4 Bulan, Dicekoki Obat, Lalu Dibunuh Pacar | NEWS TV

News.TV-MAKASSAR – Ms (21), mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tewas dalam kondisi mengenaskan. Ia dicekoki obat penggugur kandungan, lalu dihajar hingga meregang nyawa.

Ms ditemukan tewas di kamar kosnya, Sabtu malam. Kondisinya tragis. Ditemukan sejumlah luka lebam akibat pukulan di sekujur tubuhnya. Juga ada bekas hantaman benda tumpul di kepala bagian belakang.

Saat ditemukan, mulutnya berbusa. Kepolisian mengnfirmasi Ms mengalami over dosis obat penggugur kandungan.

Menurut informasi, mahasiswi 21 tahun itu ditemukan pertama kali oleh rekannya pada Sabtu malam 10 Juni 2023. Mahasiswi Unhas angkatan 2020 itu sempat dicari-cari lantaran dia tak pernah merespona ketika dihubungi.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengatakan bahwa korban yang merupakan mahasiswi dari Fakultas Kehutanan itu dibunuh oleh pacarnya. Di tubuhnya ditemukan penuh luka dengan mulut berbusa.

“Mahasiswi Unhas yang ditemukan meninggal di kamar kosannya ada luka dan busa di mulutnya itu merupakan korban pembunuhan,” ujar Ngajib kepada wartawan, Senin 12 Juni 2023.

Ngajib menjelaskan, korban Ms dianiaya hingga tewas oleh kekasihnya bernama Joshua (24). Korban dianiaya dengan dihantam bagian pelipis mata dan kepala bagian belakang.

“Jadi pelaku pembunuhan ini pacar korban sendiri. Korban dianiaya dan mengalami beberapa luka akibat hantaman di muka dan di bagian kepala,” katanya

Ngajib menyebut bahwa korban tidak hanya dibunuh dengan cara dianiaya, namun juga dicekoki obat-obatan untuk menggugurkan kandungnya. Korban Mesra ternyata dalam kondisi hamil 4 bulan dari hasil hubungan gelap di luar nikah.

“Dari hasil otopsi diperoleh,di temukan ada janin pada tubuh korban berumur 4 bulan. Dan korban meninggal juga karena overdosis obat-obatan penggugur kehamilan,” ungkapnya.

Ngajib menuturkan bahwa korban awalnya dibantu sang pacar Joshua untuk menggugurkan kandungan itu dengan memberikan obat penggugur kehamilan. Namun karena berlebihan sehingga korban pun keracunan.

“Jadi obat penggugur janin yang ada di dalam badan korban ini diberikan sama sang pacar dengan maksud membantu segera membunuh janin itu tapi malah keracunan. Makanya, kami temukan ada busa di mulutnya. Itu diduga karena pengaruh obat-obatan yang berlebihan,” ungkapnya.

Ngajib kembali menjelaskan bahwa korban dan Joshua memang sedang menjalin hubungan. Namun hubungan mereka baru terjalin selama satu bulan. Sementara korban Ms sudah hamil 4 bulan lamanya.

Ngajib mengaku, penyidik kini tengah mendalami siapa ayah dari janin yang dikandung oleh korban.“Kita masih dalami terkait siapa yang menghamili korban. Namun motif pembunuhan sudah jelas karena ingin menggugurkan kandungan korban,” terangnya.

Saat ini, pelaku Joshua telah ditahan di Polsek Tamalanrea untuk proses hukum lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *