Newstv.id, Magelang – Apresiasi datang elemen warga dan pedagang Pasar Muntilan, Kabupaten Magelang, Polda Jateng, atas keberhasilan kepolisian dari Polresta Magelang dalam memberantas premanisme di Pasar Muntilan yang selama ini meresahkan warga.
Bentuk apresiasi warga dan pedagang tersebut, halaman Mapolresta Magelang di Jalan Soekarno Hatta dipenuhi karangan bunga yang dikirim oleh berbagai elemen masyarakat. Mulai dari pedagang sayur, pedagang umum, kuli panggul pasar, kawulo alit Pandansari, hingga warga Pucungrejo, Muntilan.
Karangan bunga ini bentuk ucapan terima kasih mereka yang diberikan sebagai bentuk apresiasi atas langkah tegas aparat kepolisian dalam memberantas praktik premanisme yang selama ini meresahkan masyarakat, khususnya di kawasan Pasar Muntilan.
Dari pantauan newstv.id di lokasi, karangan bunga berisi pesan dukungan dan ungkapan terima kasih kepada Kapolresta Magelang atas tindakan tegas terhadap oknum preman yang dinilai mengganggu kenyamanan dan aktivitas para pedagang pasar.
Sementara itu, Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan masyarakat melalui kiriman karangan bunga tersebut.
Dikatakan Kapolresta Magelang, dukungan itu menjadi bukti bahwa masyarakat menginginkan situasi yang aman, tertib dan bebas dari tindakan premanisme.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari warga dan para pedagang. Ini menjadi motivasi kami untuk terus memberantas segala bentuk kejahatan, termasuk premanisme yang meresahkan masyarakat,” ujar Kapolresta Magelang melalui Kasatreskrim Polresta Magelang, AKP La Ode.
Ia menegaskan, kepolisian akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan memastikan ruang-ruang publik, termasuk pasar tradisional, terbebas dari praktik-praktik yang merugikan masyarakat kecil.
“Karangan bunga yang dikirim warga dan pedagang itu sekaligus menjadi simbol rasa lega dan dukungan moral atas tindakan aparat kepolisian yang dinilai berpihak pada keamanan dan ketertiban masyarakat,” tandas AKP La Ode.
Sebagaimana dijelaskan bahwa, Pasar Muntilan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat harus menjadi kawasan yang aman dan nyaman bagi seluruh pedagang maupun pembeli. Karena itu, tindakan tegas terhadap praktik premanisme mendapat respons positif dari berbagai kalangan.
Tidak hanya pedagang pasar, dukungan juga datang dari warga sekitar yang selama ini berharap adanya penertiban terhadap aksi-aksi yang mengganggu ketenangan lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Lain lagi dikemukakan oleh sejumlah perwakilan pedagang. Menurut mereka telah berharap langkah tegas yang dilakukan kepolisian dari Polresta Magelang tidak berhenti pada satu kasus saja. Namun, penertiban premanisme ini tetap terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Muntilan dan sekitarnya.
“Kehadiran aparat yang responsif dan tegas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik, sekaligus menciptakan rasa aman di tengah masyarakat,” kata mereka (perwakilan pedagang Pasar Muntilan, red) yang tidak berkenan disebut jati dirinya, Kamis (2/4/2026).
Dengan berjejernya karangan bunga di halaman Polresta Magelang, pesan yang ingin disampaikan masyarakat pun terlihat jelas yakni satu kata “Dukungan terhadap penegakan hukum dan penolakan terhadap segala bentuk premanisme di ruang publik”. (Hmi)













