Cianjur – Kegiatan pembinaan Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Haurwangi berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara ini digelar di UPTD Puskesmas Cipeyeum, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, pada Rabu (04/02/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tercatat terdapat 10 dapur SPPG di Kecamatan Haurwangi. Dari jumlah tersebut, 8 dapur SPPG telah beroperasi dan berjalan aktif, baik yang baru diluncurkan maupun yang sudah lebih dulu berjalan. Kegiatan pembinaan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pelayanan gizi, khususnya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimcam Haurwangi, jajaran tenaga kesehatan, serta sekitar 20 anggota dan perwakilan penerima manfaat serta pihak terkait SPPG se-Kecamatan Haurwangi. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam menyukseskan program pelayanan gizi yang berkelanjutan dan berkualitas.

Dalam sambutannya, Camat Haurwangi, Yadi Supriyadi, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) program MBG di wilayah Kecamatan Haurwangi. Ia menjelaskan bahwa kegiatan monev saat ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan pada November 2025.
“Alhamdulillah, tidak terasa saat ini kita sudah memasuki tahap kedua monitoring dan evaluasi MBG. Kami sepakat bahwa kegiatan monev ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali di Kecamatan Haurwangi,” ujar Yadi Supriyadi.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun terdapat dapur SPPG yang baru berjalan maupun yang telah lebih dahulu diluncurkan, seluruhnya tetap berada dalam pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan MBG di Haurwangi berjalan dengan baik. Kami selalu berupaya untuk terus berkoordinasi, berkolaborasi, dan bersinergi. Kami menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak bisa dicapai dengan bekerja sendiri-sendiri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Camat Haurwangi menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari puskesmas, pemerintah kecamatan, hingga stakeholder terkait lainnya, dalam mendukung keberlangsungan dapur SPPG. Menurutnya, optimalisasi potensi yang ada harus terus diarahkan demi memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat.
Ke depan, pihak kecamatan memastikan akan melakukan pemantauan yang lebih ketat dan berkelanjutan, khususnya melalui koordinasi intensif dengan pihak puskesmas. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses operasional dapur SPPG berjalan sesuai standar, aman, dan lancar.
“Selama perjalanan dapur SPPG di Kecamatan Haurwangi, alhamdulillah semuanya berjalan aman dan lancar. Ke depan, pengawasan akan terus kami tingkatkan agar program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan gizi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta memastikan program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Haurwangi dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan. Suhandi / Ruslan













