Newstv.id __ Aceh Timur – Sinergi ulama dan umara menjadi ruh pemerintahan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky. Dalam setiap kebijakan dan program pembangunan, musyawarah dengan para ulama selalu jadi langkah awal.
Bagi Al-Farlaky, Aceh Timur tidak bisa maju tanpa restu dan bimbingan ulama. Nilai-nilai Islam dan adat yang hidup di tengah masyarakat dijadikannya sebagai kompas utama pembangunan.
“Dalam pemerintahan kami, segala hal selalu bermusyawarah dengan para ulama. Ulama adalah guru bangsa, penjaga moral, dan mitra strategis pemerintah. Tanpa bimbingan mereka, pembangunan bisa kehilangan arah,” ujar Bupati Al-Farlaky.
Musyawarah itu tidak hanya seremonial. Mulai dari perencanaan program MBG, penataan syariat Islam, pembangunan infrastruktur, hingga penanganan masalah sosial, semuanya dikonsultasikan ke Majelis Permusyawaratan Ulama/MPU, Dayah, dan tokoh agama.
Para ulama menyambut baik pendekatan ini. Mereka menilai kehadiran umara yang mau mendengar dan meminta fatwa menjadikan kebijakan pemerintah lebih sejuk, diterima masyarakat, dan membawa berkah.
Sinergi ini juga terlihat saat kegiatan keagamaan, pengajian akbar, dan pembinaan dayah. Pemkab rutin hadir, bukan hanya memberi dukungan anggaran, tapi juga turun langsung mendengar aspirasi.
Al-Farlaky menegaskan, targetnya jelas: Aceh Timur yang religius, damai, dan sejahtera. Dan itu hanya bisa tercapai jika ulama dan umara berjalan beriringan.
“Ulama membimbing, umara melayani. Bersama kita bangun Aceh Timur yang bermartabat,”tegasnya.













