Pertanian Organik Jadi Fokus Ranperda Sumut, Derliana Siregar Serap Aspirasi Petani Tapsel

Pertanian Organik Jadi Fokus Ranperda Sumut, Derliana Siregar Serap Aspirasi Petani Tapsel | Newstv Indonesia
Pertanian Organik Jadi Fokus Ranperda Sumut, Derliana Siregar Serap Aspirasi Petani Tapsel | Newstv Indonesia

Tapanuli Selatan, NEWSTV.ID – Upaya memperkuat sektor pertanian berkelanjutan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan oleh para pemangku kepentingan di Sumatera Utara. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara (Ranperda) tentang Pertanian Organik yang dilaksanakan oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Hj. Derliana Siregar, S.H., dari Fraksi Partai Golkar, di Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (17/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Desa Roncitan, Kecamatan Arse, tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kelompok tani, serta ratusan warga yang tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Derliana Siregar menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi Ranperda ini merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memberikan pemahaman mengenai arah kebijakan pembangunan sektor pertanian yang sedang dirancang oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Dalam pemaparannya, Derliana menjelaskan bahwa pertanian organik merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Sumatera Utara. Selain mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan, sistem pertanian organik juga dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para petani.

“Pertanian organik bukan hanya berbicara mengenai hasil panen yang sehat, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan, peningkatan kesejahteraan petani, serta upaya menjaga kesuburan tanah untuk generasi mendatang. Karena itu, Ranperda ini diharapkan dapat menjadi landasan hukum yang kuat dalam pengembangan pertanian organik di Sumatera Utara,” ujarnya di hadapan peserta.

Menurutnya, Kecamatan Arse dan Kecamatan Saipar Dolok Hole dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena kedua wilayah tersebut memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan didukung kondisi geografis yang cocok untuk pengembangan budidaya pertanian organik. Ia menilai daerah tersebut memiliki peluang untuk berkembang menjadi sentra pertanian organik sebagaimana yang telah dilakukan sejumlah daerah lain di Sumatera Utara, seperti Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun.

Lebih lanjut, Derliana mengaitkan pentingnya pengembangan pertanian organik dengan program ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat. Ia menyebut bahwa penguatan sektor pertanian melalui pendekatan organik dapat menjadi pelengkap berbagai program pembangunan pertanian yang telah berjalan, termasuk pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung ketahanan pangan di tingkat desa.

Dalam kesempatan tersebut, Derliana juga membuka ruang dialog dengan masyarakat guna menyerap berbagai masukan, gagasan, dan harapan terkait pengembangan sektor pertanian di wilayah Tapanuli Selatan. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, di mana masyarakat secara aktif menyampaikan pandangan mereka mengenai kebutuhan sarana pertanian, akses pasar, hingga pendampingan teknologi bagi petani.

Sementara itu, Camat Arse, Partahian Ritonga, S.Sos., menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas perhatian yang diberikan oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara terhadap masyarakat di wilayah yang dipimpinnya.

Menurutnya, kehadiran wakil rakyat secara langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti, terutama dalam upaya mendorong pembangunan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kecamatan Arse.

“Kehadiran Ibu Derliana Siregar di Kecamatan Arse menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kami. Ini menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat daerah tetap menjadi perhatian para wakil rakyat di tingkat provinsi,” ujar Partahian Ritonga.

Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya sejumlah legislator dari Fraksi Golkar DPRD Sumut telah berkunjung ke wilayah Arse dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, sehingga hubungan antara masyarakat dan para wakil rakyat dapat terus terjalin dengan baik.

Dukungan terhadap kegiatan sosialisasi tersebut juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Kepala Desa Roncitan, Thamrin Siregar, S.Sos., bersama tokoh adat Raja Simanungkalit, Ketua BPD, dan sejumlah stakeholder desa menyambut baik pelaksanaan sosialisasi Ranperda Pertanian Organik yang dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Mereka berharap kehadiran regulasi yang mendukung pertanian organik nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian, akses pembinaan, hingga kesejahteraan petani di wilayah pedesaan.

Pada sesi dialog, tokoh masyarakat Malim Ritonga menyampaikan harapannya agar komunikasi dan silaturahmi antara masyarakat dengan wakil rakyat tetap terjaga di masa mendatang.

Ia berharap Derliana Siregar terus memberikan perhatian terhadap masyarakat Arse dan wilayah sekitarnya melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap Ibu Derliana tidak bosan untuk terus berkunjung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kami. Kehadiran beliau hari ini menjadi bukti nyata kedekatan wakil rakyat dengan konstituennya,” ungkap Malim Ritonga.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana tertib, penuh keakraban, dan dialogis. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai.

Bagi sebagian masyarakat Desa Roncitan, kehadiran Derliana Siregar menjadi momen berharga karena selama ini mereka lebih banyak mengenal sosok legislator tersebut melalui kiprahnya di tingkat provinsi dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menjelang sore hari, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus memperjuangkan pembangunan sektor pertanian di daerah.

Sesuai agenda yang telah disusun, kegiatan sosialisasi Ranperda Pertanian Organik akan berlanjut ke Kecamatan Saipar Dolok Hole, dengan salah satu titik kegiatan di Desa Sombadebata Purba yang dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian produktif di wilayah tersebut.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pertanian organik sebagai bagian dari pembangunan pertanian modern yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi Sumatera Utara dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani. (BMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *