Kampung Darek Kirim Pesan Kuat: Peredaran Narkoba Tak Diberi Ruang di Lingkungan Masyarakat

Kampung Darek Kirim Pesan Kuat: Peredaran Narkoba Tak Diberi Ruang di Lingkungan Masyarakat | Newstv Indonesia
Kampung Darek Kirim Pesan Kuat: Peredaran Narkoba Tak Diberi Ruang di Lingkungan Masyarakat | Newstv Indonesia

Padangsidimpuan, NEWSTV.ID – Kesadaran kolektif masyarakat dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika kembali ditunjukkan warga Kampung Darek, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Melalui sebuah forum silaturahmi yang digelar pada, Minggu (21/06/2026) malam, warga bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah kembali menegaskan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan mereka dari ancaman narkoba.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut menjadi bagian dari gerakan sosial masyarakat yang telah berjalan sejak April 2026. Gerakan ini lahir dari kepedulian warga terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari aktivitas peredaran narkotika yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda serta ketenteraman masyarakat.

Alim ulama Kampung Darek, Zainal Abidin Siregar, menegaskan bahwa keberhasilan upaya pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan persatuan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, warga harus tetap menjaga solidaritas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

“Kita harus menjadi satu kekuatan yang utuh dalam menjaga kampung ini. Peredaran narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman sosial yang dapat merusak kehidupan masyarakat. Karena itu, kebersamaan dan keberanian untuk peduli menjadi modal utama dalam menghadapi persoalan ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan berbagai aktivitas mencurigakan maupun tindakan intimidatif yang dapat menghambat upaya menjaga keamanan lingkungan.

Dukungan terhadap gerakan masyarakat tersebut juga disampaikan Lurah Wek VI, Riswan Arianto Harahap. Ia menilai langkah yang dilakukan warga merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan menciptakan lingkungan yang kondusif.

“Kami memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat yang terus konsisten menjaga wilayahnya dari ancaman narkoba. Semangat kebersamaan yang telah terbangun harus terus dipelihara agar tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan sejahtera bagi seluruh warga,” katanya.

Dalam forum tersebut, tokoh masyarakat Kampung Darek, Zulkarnain Lubis, turut memaparkan perkembangan penanganan kasus penemuan barang bukti narkotika yang sempat menggegerkan warga beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat menemukan sebanyak 26 bal ganja di kawasan Kampung Darek, dengan rincian 24 bal ditemukan di pekarangan rumah warga dan dua bal lainnya ditemukan di sebuah bangunan rumah kosong.

Menurut Zulkarnain, aparat Kepolisian Resor Padangsidimpuan telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan memperoleh keterangan yang mengarah kepada pihak yang diduga terkait dengan kepemilikan barang bukti tersebut.

“Kami berharap proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan tuntas hingga seluruh rangkaian persoalan dapat terungkap secara jelas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gerakan penolakan narkoba yang berkembang di Kampung Darek merupakan inisiatif murni masyarakat yang lahir dari kesadaran bersama tanpa intervensi, provokasi, maupun dukungan pihak luar.

Menurutnya, warga memilih menempuh jalur hukum dan mengedepankan kerja sama dengan aparat penegak hukum sebagai langkah terbaik dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan.

Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Padangsidimpuan Hendri Nainggolan, S.Sos., Lurah Tanobato Tahtim Siregar, M.A., perwakilan Kelurahan Bincar, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah undangan lainnya.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti doa bersama dan ramah tamah yang menjadi simbol penguatan persaudaraan serta tekad bersama untuk terus menjaga Kampung Darek sebagai lingkungan yang aman, damai, dan terbebas dari peredaran narkotika.

Melalui gerakan yang dibangun secara swadaya dan berkelanjutan tersebut, warga Kampung Darek menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba dan memperkuat ketahanan sosial di tingkat lingkungan. (AHN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *