Madina Sumut | Newstv.id
Sesuai dengan keterangan sejumlah masyarakat kecamatan Lingga Bayu yang namanya tidak ingin dipublish kepada awak media 28/07)26 diperkirakan puluhan Alat berat jenis excavator sedang beroperasi di lokasi eks PT M3 diduga masih melakukan Pertambangan Emas Tanpa Ijin PETI
Eks lokasi Tambang PT M3 di Pulo Padang Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara beberapa kali dilaporkan menelan korban jiwa akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin PETI yang terus-menerus beroperasi disana hingga sampai saat ini pihak Aparat Penegak Hukum APH di duga Tutup Mata
Insiden januari 2023 dua warga penambang berinisial D (35) dan K (29) tewas tertimbun tanah longsor dan insiden oktober 2022 penambang inisial W (25) dan inisial M (40) asal desa lancar juga tewas tertimbun tanah longsor di lokasi Eks Tambang PT M3 ini
Akibat lemahnya pengawasan dan penindakan Aparat Penegak Hukum setempat maupun Polres Mandailing Natal sampai saat ini diperkirakan puluhan unit alat berat Excavator sedang bebas dan leluasa beroperasi di lokasi tersebut dan sejumlah masyarakat kecamatan lingga bayu mengungkapkan semua alat berat excavator yang beroperasi di lokasi tersebut di dekingi oleh oknum oknum aparat yang telah menyalah gunakan tufoksinya
Bukan hanya itu diduga hasil stabil atau uang keamanan alat berat tersebut mengalir ke Pimpinan Aparat Penegak Hukum, sehingga oknum oknum APH dilapangan berani membeckup kegiatan ini, diduga Aparat Penegak Hukum setempat juga seakan akan menikmati hasil daripada kegiatan aktivitas PETI di Eks lokasi PT M3 ini
Sungguh Ironis warga masyarakat sudah banyak jadi korban dan kaum ibu ibu dari desa setempat sudah beberapa kali turun kelapangan melakukan unjuk rasa agar lokasi PETI eks PT M3 ditutup malah kuat dugaan oknum oknum APH yang nakal masih berani pasang badan sebagai backup atau deking demi memuluskan akrivitas PETI yang bertentangan dengan hukum tersebut
Red













