Sukses Sidang SCCR, Proposal Indonesia Didukung Sejumlah Negara dan Kelompok Regional Besar
PERISTIWA  

Sukses Sidang SCCR, Proposal Indonesia Didukung Sejumlah Negara dan Kelompok Regional Besar

2025 12 04 SCCR

Hari ke tiga, sidang Standing Committee on Copyright and Related Rights (SCCR) ke 47 di kantor World Intellectual Property Organization (WIPO) menjadi peristiwa istimewa bagi Indonesia, setelah banyak negara dan kelompok regional negara mendukung proposal Indonesia untuk tata kelola royalti.

Delegasi Republik Indonesia dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno dan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar. Dalam presentasi yang disampaikan, Wamenlu menekankan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar paling potensial dalam ekonomi music streaming global dan bahwa isu ketimpangan tata kelola royalti lintas negara membutuhkan perhatian internasional yang serius. Selain itu proposal Indonesia juga menyinggung dampak artificial intelligence terhadap produk media.

“Proposal ini dimaksudkan untuk memperkuat keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam ekosistem royalti global, serta memastikan royalti yang adil bagi para pencipta” Ungkap Arief Havas Oegroseno dalam Forum WIPO.

Sementara itu Kepala Badan Strategi Kebijakan, Kementrian Hukum, Andry Indrady menegaskan bahwa usulan Indonesia bertujuan mendorong tata kelola global yang lebih adil, transparan, dan bertanggung jawab dalam ekosistem royalti digital. Menurut Andry, ada tiga pilar dalam proposal Indonesia.

“Pertama, Membangun Kerangka Tata Kelola Global di bawah WIPO, Kedua Eksplorasi Mekanisme Pembayaran Royalti Alternatif dan Model Distribusi yang Adil, Ketiga
Penguatan tata kelola collective management organization (CMO) lintas negara” ungkapnya di sidang WIPO.

Setelah presentasi, sejumlah negara mendukung Proposal Indonesia untuk dibahas lebih lanjut; dukungan penuh disampaikan Arab Saudi, Iran, Mesir, Pakistan, Filipina, Aljazair, Thailand, Kazakhstan, Asia Pacific Group dan African Group.

Sementara itu negara negara yang tergabung dalam GRULAC (Group of Latin America and Caribbean Countries) dan CACEEC (Central Asia, Caucasus and Eastern Europe Group) menyambut positif dan siap berdialog lebih lanjut.

Atas dukungan tersebut Indonesia melalui Wakil Menteri luar negeri menyampaikan apresiasi dan rasa syukur “Kami menyampaikan apresiasi atas seluruh pandangan dan dukungan negara anggota, serta menegaskan komitmen untuk bekerja sama secara inklusif dan konstruktif dengan seluruh delegasi WIPO dalam mewujudkan tata kelola royalti global yang transparan, adil, dan berorientasi pada masa depan” ungkapnya.

Selanjutnya, Indonesia membuka ruang dialog dan diskusi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan baik negara maupun industri serta organisasi terkait antara lain berbagai komunitas musik global dalam pembahasan sesi SCCR berikutnya.

Di sela-sela sidang SCCR, delegasi Indonesia juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa negara antara lain, Jepang, Amerika Serikat, GRULAC, APG, CEBS (Central European Baltic State), Deputy Director General WIPO, Sylvie Forbin, IFPI (International Federation of Phonogram Industri), Group B Country, Uni Europa dan CACEEC (Central Asian, Caucasus, and Eastern European Countries).

Kanwil Kemenkum DK Jakarta Gelar Rakor Pengendalian Kinerja dan Refleksi Akhir Tahun 2025
PERISTIWA  

Kanwil Kemenkum DK Jakarta Gelar Rakor Pengendalian Kinerja dan Refleksi Akhir Tahun 2025

WhatsApp Image 2025 12 04 at 18.44.45 3

Jakarta, 4 Desember 2025 – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja dan Refleksi Akhir Tahun 2025 sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh serta penguatan komitmen menghadapi program tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula A lantai 4 ini dihadiri oleh Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat manajerial, serta seluruh pegawai Kantor Wilayah dan Balai Harta Peninggalan Jakarta.

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kementerian Hukum RI, dilanjutkan pembacaan doa dan laporan penyelenggara oleh Kabag Tata Usaha dan Umum. Kepala Kantor Wilayah kemudian memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, sebelum seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai penanda dimulainya rangkaian acara inti.

WhatsApp Image 2025 12 04 at 18.44.45

WhatsApp Image 2025 12 04 at 18.44.45 1

Sesi utama diisi dengan pemaparan capaian kinerja oleh masing-masing unit kerja, yakni Divisi Pelayanan Hukum, Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Balai Harta Peninggalan Jakarta, serta Bagian Tata Usaha dan Umum. Setiap pemaparan memuat progres, tantangan, dan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan di tahun mendatang, serta dievaluasi oleh pimpinan terkait guna memastikan keselarasan arah kerja.

Di sela kegiatan, Kepala Kantor Wilayah menggelar press conference untuk menyampaikan poin-poin penting hasil evaluasi serta arah kebijakan menuju tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah menegaskan pentingnya sinergi, akuntabilitas, dan perbaikan berkelanjutan di seluruh jajaran organisasi. Setelah rangkaian sesi dan diskusi selesai, kegiatan ditutup oleh pembawa acara dan berlangsung lancar hingga akhir.

WhatsApp Image 2025 12 04 at 18.44.45 2

WhatsApp Image 2025 12 04 at 18.44.45 4

Kanwil Kemenkum DK Jakarta Gelar Sosialisasi Kekayaan Intelektual untuk ASN
PERISTIWA  

Kanwil Kemenkum DK Jakarta Gelar Sosialisasi Kekayaan Intelektual untuk ASN

IMG 3414

IMG 3503

Jakarta, 3 Desember 2025 — Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kreativitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Layanan Kekayaan Intelektual (KI) dengan tema “Membangun ASN yang Inovatif dan Kreatif Melalui Kekayaan Intelektual.” Kegiatan berlangsung di Aula A Lantai 4 Kanwil Kemenkum DK Jakarta mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

IMG 3467
Acara dibuka oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Andi Yulia Hertaty, yang menegaskan bahwa pemahaman tentang Kekayaan Intelektual sangat penting bagi ASN sebagai motor penggerak inovasi di lingkungan pemerintah. Ia menyampaikan bahwa peningkatan literasi KI menjadi langkah strategis untuk mendorong munculnya karya, inovasi, dan kreativitas aparatur negara yang terlindungi secara hukum. Sosialisasi menghadirkan dua narasumber ahli di bidang Kekayaan Intelektual, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai pentingnya perlindungan KI, manfaat hukum bagi pencipta, hingga prosedur pendaftaran KI untuk karya-karya inovatif ASN.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya inovasi di lingkungan Kanwil Kemenkum DK Jakarta serta meningkatkan pemanfaatan layanan KI sebagai bagian dari transformasi menuju aparatur yang profesional, kreatif, dan berdaya saing.

IMG 3545IMG 3491

Perkuat Perlindungan Budaya Betawi, Kanwil Kemenkum DK Jakarta Laksanakan Fasilitasi dan Konsultasi Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal
PERISTIWA  

Perkuat Perlindungan Budaya Betawi, Kanwil Kemenkum DK Jakarta Laksanakan Fasilitasi dan Konsultasi Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal

2025 12 04 Sosialisasi Pendaftaran KI 1Jakarta – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta menyelenggarakan kegiatan pencatatan dan sosialisasi Kekayaan Intelektual (KI) Komunal yang berfokus pada pelestarian kebudayaan lokal Betawi pada Kamis (4/12/2025). Bertempat di Aula Balai Harta Peninggalan (BHP) Jakarta, kegiatan ini dihadiri dari berbagai dinas terkait, komunitas budaya serta lembaga kebudayaan, termasuk lembaga kebudayaan tradisional Betawi.

Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Lusia Wahyuniati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang telah terbina dengan baik antara instansi pemerintah, lembaga kebudayaan, dan komunitas. “Kami berharap kegiatan hari ini dapat membuka wawasan rekan-rekan dari dinas terkait dan lembaga kebudayaan Betawi, dalam mendata kekayaan intelektual komunal yang belum tercatat,” ujar Lusia.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Laina Sumarlina Sitohang dari Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri — Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual yang menjelaskan proses dan pentingnya pencatatan kekayaan intelektual komunal. Dengan kegiatan ini, Kanwil berharap terwujud sinergi lebih lanjut dalam upaya pelestarian budaya serta perlindungan hukum terhadap kekayaan intelektual komunitas, yang pada akhirnya mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian warisan budaya Betawi.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan penyerahan Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) kepada perwakilan Lembaga Kebudayaan Betawi. Penyerahan sertifikat ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, serta memberikan pengakuan hukum atas kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat.

2025 12 04 Sosialisasi Pendaftaran KI 22025 12 04 Sosialisasi Pendaftaran KI 3
2025 12 04 Sosialisasi Pendaftaran KI 42025 12 04 Sosialisasi Pendaftaran KI 5
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Hadiri Sosialisasi Aplikasi PASTI yang Digelar INI Jakarta Pusat
PERISTIWA  

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Hadiri Sosialisasi Aplikasi PASTI yang Digelar INI Jakarta Pusat

9Ikatan Notaris Indonesia (INI) Pengurus Daerah Jakarta Pusat akan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penerapan aplikasi PASTI bagi para Notaris, yang pada kesempatan ini menghadirkan Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi DKI Jakarta, Ibu Andi Yulia Hertaty, S.H., M.Kn., sebagai narasumber utama. Kehadiran beliau menjadi sorotan penting mengingat perannya dalam penguatan layanan hukum dan transformasi digital di lingkungan Kementerian Hukum.

Acara sosialisasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 2 Desember 2025, pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, bertempat di Hotel Sofyan, Jl. Cut Mutia No. 9, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam kegiatan ini, Ibu Andi Yulia Hertaty akan menyampaikan pemaparan terkait teknis pelaksanaan aplikasi PASTI, manfaat penerapannya, serta berbagai aspek penting lainnya dalam mendukung pelaksanaan tugas Notaris.

12

6

Sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam mendorong peningkatan pemahaman dan kesiapan para Notaris terhadap penggunaan aplikasi PASTI sebagai bagian dari sistem layanan hukum yang terus berkembang. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis dari aplikasi tersebut, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Untuk memastikan materi tersampaikan secara optimal, acara ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi para Notaris untuk berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai berbagai kendala maupun isu teknis yang mereka hadapi. Selain itu, kegiatan ini turut menghadirkan demo penggunaan aplikasi PASTI, sehingga peserta dapat melihat secara langsung alur kerja, fitur-fitur utama, serta prosedur operasional yang harus diikuti dalam pemanfaatan aplikasi tersebut.

Kehadiran Kepala Divisi Pelayanan Hukum ini menjadi bentuk sinergi positif antara INI dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dalam rangka mendukung modernisasi serta digitalisasi layanan kenotariatan agar semakin efektif, transparan, dan akuntabel.

35

Hari Kedua Fasilitasi Regulasi: Kanwil Kemenkum DK Jakarta Bahas Omnibus Law hingga Nilai Konstitusional
PERISTIWA  

Hari Kedua Fasilitasi Regulasi: Kanwil Kemenkum DK Jakarta Bahas Omnibus Law hingga Nilai Konstitusional

2025 12 03 Fasilitasi Perda 1Jakarta – Memasuki hari kedua pelaksanaan Fasilitasi Pembentukan Regulasi di Daerah Tahun 2025, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta kembali menggelar rangkaian diskusi dan panel tematik pada Rabu (3/12/2025). Bertempat di Grand Dafam Hotel Ancol, kegiatan yang mengusung tema besar “Penguatan Kompetensi Perancang Peraturan Perundang-undangan dalam Mendukung Harmonisasi Regulasi di Daerah” diikuti oleh Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Madya, Suratin Eko Supomo, Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli, Erinawita dan para perancang peraturan perundang-undangan dari berbagai instansi.

2025 12 03 Fasilitasi Perda 22025 12 03 Fasilitasi Perda 3

Auliya Khasanofa dari Universitas Muhammadiyah Tangerang menjadi narasumber pertama yang memberikan materi mengenai Konsep Omnibus Law dalam Sistem Hukum Indonesia: Peluang dan Tantangan. Beliau membahas bagaimana pendekatan Omnibus Law dapat menjadi solusi dalam penyederhanaan regulasi, sekaligus menyoroti tantangan implementasinya di Indonesia.

Dilanjutkan dengan Wahyu Tri Hartomo dari Pusat Studi Hukum Cita Raya Mandiri mengangkat topik Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan di Indonesia. Materi ini menekankan pentingnya sinkronisasi regulasi antarlevel pemerintahan guna menghindari disharmoni dan tumpang tindih aturan.

Terakhir M. Ilham Hermawan dari Universitas Pancasila membahas Nilai Konstitusional dalam Penyusunan Undang-Undang. Beliau menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai konstitusi sebagai landasan utama dalam setiap proses pembentukan undang-undang.

2025 12 03 Fasilitasi Perda 42025 12 03 Fasilitasi Perda 5
2025 12 03 Fasilitasi Perda 62025 12 03 Fasilitasi Perda 7
Perjuangan Atase Hukum Malaysia Tangani 150 WNI Terancam Hukuman Mati
PERISTIWA  

Perjuangan Atase Hukum Malaysia Tangani 150 WNI Terancam Hukuman Mati

2025 12 02 kl wni 3

Kuala Lumpur – Berdasarkan data terkini yang dihimpun oleh Kedutaan Besar RI (KBRI) Kuala Lumpur bersama seluruh Perwakilan RI di Malaysia, terdapat 150 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah menghadapi ancaman hukuman mati di Semenanjung Malaysia, baik yang kasusnya masih dalam proses penyidikan, persidangan, maupun tahap banding.

Sebagian besar kasus yang ditangani berkaitan dengan tindak pidana narkotika, baik sebagai kurir, pihak yang tertipu oleh sindikat, maupun yang terlibat tanpa pemahaman penuh mengenai konsekuensinya. Selain itu, terdapat pula kasus pembunuhan dan tindak pidana berat lainnya yang juga menuntut perhatian serius, karena masing-masing kasus memiliki dimensi hukum, sosial, dan kemanusiaan yang berbeda.

Atase Hukum KBRI Kuala Lumpur, Konsulat Jenderal RI (KJRI) Johor Bahru, dan KJRI Penang menjalankan peran strategis dalam memastikan bahwa setiap WNI yang menghadapi ancaman hukuman mati mendapatkan pendampingan hukum yang layak dan proses peradilan yang adil (fair trial).

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak Indonesia dalam memberikan perlindungan terhadap WNI yang terlibat kasus hukum di Malaysia, seperti menunjuk pengacara pembela (defence counsel) bagi WNI yang terancam hukuman mati bagi yang tidak mampu secara finansial, melakukan pemantauan langsung terhadap proses persidangan, termasuk menghadiri sidang-sidang penting untuk memastikan hak-hak terdakwa dihormati.

Kemudian melakukan kunjungan konsuler ke tahanan, guna memastikan kondisi fisik dan psikologis mereka tetap stabil, membangun komunikasi dengan otoritas hukum Malaysia, baik Kepolisian, Kejaksaan, Mahkamah, maupun Lembaga Pemasyarakatan, untuk memperoleh informasi akurat dan memperjuangkan perlakuan yang manusiawi bagi para WNI, hingga menyiapkan dukungan advokasi dan komunikasi diplomatik, terutama pada tahap-tahap krusial seperti permohonan pengampunan kepada Yang di-Pertuan Agong atau Sultan Negeri.

Hal ini disampaikan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Kuala Lumpur, Danang Waskito saat membuka giat ‘Review Penanganan Kasus WNI Terancam Hukuman Mati dan NonHukuman Mati di Malaysia’ di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (02/12/2025). Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini di lapangan masih sangat besar. Setiap kasus memiliki dinamika hukum yang berbeda, mulai dari kesulitan pembuktian, perbedaan bahasa, keterbatasan pemahaman hukum oleh terdakwa, hingga lamanya proses banding.

2025 12 02 kl wni 1

“Oleh karena itu, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam memperkuat efektivitas pelindungan hukum dan diplomatik bagi para WNI,” ujar Danang kepada para peserta giat, antara lain perwakilan dari KBRI Kuala Lumpur, KJRI Penang dan KJRI Johor Bahru, Perwakilan Firma Hukum Gooi & Azura, Perwakilan Malaysian Bar Council, dan Delegasi dari Ditjen AHU Kemenkum.

Selain itu, lanjut Danang, penting bagi Pemerintah RI untuk memastikan agar setiap langkah yang diambil tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif. Perlu terus diperkuat edukasi hukum dan kesadaran risiko hukum bagi calon pekerja migran agar mereka memahami sepenuhnya konsekuensi dari setiap tindakan di negara tujuan.

“Semoga upaya kita hari ini dapat memperkuat sinergi dan menghasilkan langkah nyata dalam memberikan harapan dan keadilan bagi WNI yang tengah menghadapi situasi sulit di luar negeri, khususnya di Malaysia,” tandas Danang.

Sementara itu, menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum (Sesditjen AHU Kemenkum) RI, Hantor Situmorang, Atase Hukum pada KBRI Kuala Lumpur yang merupakan kepanjangan tangan Ditjen AHU Kemenkum di luar negeri, memiliki peran substantif dari pelindungan WNI, salah satunya terkait isu status kewarganegaraan yang merupakan perhatian Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kegiatan ini tidak hanya wujud kepedulian negara terhadap WNI yang terjerat hukuman mati di luar negeri, tetapi memastikan pemahaman dan interpretasi yang tepat terhadap sistem hukum nasional kita, sekaligus menjembatani komunikasi hukum lintas negara, baik dengan otoritas setempat, hingga stakeholders lainnya, seperti profesi hukum di Malaysia,” ucap Hantor.

Lebih lanjut Sesditjen AHU mengatakan, sebagai kepanjangan tangan Ditjen AHU, tentunya Atase Hukum KBRI Kuala Lumpur sudah memahami betul atas layanan Ditjen AHU di bidang pidana, yakni pemberian keterangan ahli, pendapat hukum, grasi, amnesti, abolisi, dan rehabilitasi yang saat ini juga sedang disusun dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Grasi, Amnesti, Abolisi, dan Rehabilitasi.

“Tidak lupa juga layanan Ditjen AHU yang berkaitan dengan hukum pidana lintas negara seperti Mutual Legal Assistance, Ekstradisi, dan transfer narapidana,” terang Hantor.

Sesditjen AHU berhadap, rangkaian diskusi hari ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang komprehensif, yang dapat memperkuat kelembagaan dan tugas fungsi Atase Hukum KBRI Kuala Lumpur untuk menghadapi dinamika dan kompleksitas kasus-kasus WNI di Malaysia, yang dalam beberapa tahun terakhir terus memerlukan perhatian negara secara serius.

“Akhir kata, saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi, menyamakan pemahaman, dan menyusun langkah strategis yang lebih solid demi memastikan bahwa setiap WNI mendapatkan akses pendampingan hukum yang layak dan bermartabat,” pungkas Hantor.

Sejalan dengan Hantor, Kepala Biro Hukum, Komunikasi Publik, dan Kerja Sama, Ronald Lumbuun, juga menekankan pentingnya sinergi dalam tugas KBRI.

2025 12 02 kl wni 2

“KBRI membawa mandat diplomatik negara, yaitu membuka akses hukum, menjembatani informasi, dan mengawal proses pada level pemerintah,” papar Ronald. Tanpa sinergi, lanjutnya, perlindungan terhadap WNI akan timpang.

Saat ini, Pemerintah Malaysia tengah menjalankan reformasi sistem hukuman mati, yang membuka peluang untuk mengajukan peninjauan kembali (review) dan permohonan keringanan hukuman (resentencing). Malaysia merupakan salah satu negara dengan sistem hukum yang masih menerapkan hukuman mati bagi sejumlah tindak pidana berat, seperti pembunuhan, narkotika, dan senjata api.

Walaupun Pemerintah Malaysia telah melaksanakan reformasi hukum terhadap mandatory death penalty dan memberikan kewenangan kepada hakim untuk menjatuhkan hukuman alternatif, seperti penjara seumur hidup atau jangka waktu panjang, hukuman mati tetap diberlakukan dalam sistem peradilan Malaysia. Oleh karena itu, penerapannya tetap memerlukan perhatian dan upaya diplomatik yang serius dari pihak Indonesia, terutama bagi WNI yang masih menghadapi ancaman hukuman tersebut.

Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Laksanakan Pemusnahan 321 Berkas Arsip Fasilitatif Tahun 2025
PERISTIWA  

Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta Laksanakan Pemusnahan 321 Berkas Arsip Fasilitatif Tahun 2025

WhatsApp Image 2025 12 02 at 11.18.55

Jakarta, 2 Desember 2025 — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta menyelenggarakan kegiatan Pemusnahan Arsip Fisik Fasilitatif Tahun Anggaran 2025, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kearsipan yang akuntabel, efisien, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Magribi Putu Judhono, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum DK Jakarta. Acara turut dihadiri pejabat manajerial, Kepala Unit Pelaksana Teknis, serta saksi dari Itjen, Biro Umum, dan Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Kementerian Hukum RI.

WhatsApp Image 2025 12 02 at 11.18.55 5

Dalam sambutannya, Magribi Putu Judhono menegaskan bahwa arsip merupakan elemen penting dalam akuntabilitas kinerja dan alat bukti sah dalam penyelenggaraan pemerintahan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012. Pemusnahan arsip yang sudah habis masa retensinya menjadi bagian dari siklus pengelolaan arsip dinamis yang harus dilakukan secara tepat dan sesuai ketentuan.

WhatsApp Image 2025 12 02 at 11.18.55 2

321 Berkas Arsip Disetujui Dimusnahkan

Berdasarkan Persetujuan Pemusnahan Arsip (PPA) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melalui surat Nomor B-KN.00.01/416/2025 tanggal 13 Oktober 2025, Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta memperoleh persetujuan untuk memusnahkan 321 berkas arsip dari kurun waktu 2021–2022, yang terdiri atas:

287 berkas DUPAK Imigrasi Tahun 2021

34 berkas DUPAK PK Madya Tahun 2022

Seluruh arsip dimusnahkan menggunakan metode pencacahan dengan mesin pencacah, setelah melalui tahapan seleksi, penilaian, dan pengusulan sesuai prosedur penyusutan arsip yang diatur dalam Permenkum Nomor 54 Tahun 2016.

Komitmen Kanwil DK Jakarta dalam Tertib Arsip

Magribi Putu Judhono menyampaikan bahwa tertib arsip tidak dapat tercapai tanpa dukungan kebijakan, sarana prasarana, SDM kearsipan, dan komitmen seluruh pejabat pencipta arsip di lingkungan Kanwil DK Jakarta. Ia mengapresiasi kerja keras para arsiparis dan pengelola arsip yang telah melaksanakan pengelolaan arsip dinamis secara baik, meski dengan keterbatasan SDM.

Beliau juga menekankan pentingnya pemanfaatan aplikasi e-Arsip yang telah dikembangkan Kementerian Hukum RI untuk mempercepat layanan informasi dan peningkatan transparansi.

Menuju Layanan Informasi yang Cepat dan Akuntabel

Melalui pemusnahan arsip ini, Kanwil Kementerian Hukum DK Jakarta berharap pengelolaan arsip di lingkungan kerja semakin efektif dan efisien, sehingga dapat memberikan layanan informasi yang cepat, tepat, autentik, dan dapat dipertanggungjawabkan.

WhatsApp Image 2025 12 02 at 11.18.55 1

Wujudkan Regulasi Daerah yang Selaras, Kanwil Kemenkum DK Jakarta Gelar Fasilitasi Pembentukan Regulasi
PERISTIWA  

Wujudkan Regulasi Daerah yang Selaras, Kanwil Kemenkum DK Jakarta Gelar Fasilitasi Pembentukan Regulasi

 WhatsApp Image 2025 12 02 at 10.33.04 1

Jakarta – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta menyelenggarakan kegiatan Fasilitasi Pembentukan Regulasi di Daerah dengan tema “Penguatan Kompetensi Perancang Peraturan Perundang-undangan dalam Mendukung Harmonisasi Regulasi di Daerah” pada Selasa (02/11/2025). Kepala Divisi PPPH, Tessa Harumdila membuka secara resmi kegiatan yang digelar di Grand Dafam Hotel Ancol, dengan didampingi oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Andi Yulia Hertaty, dan Kepala Balai Harta Peninggalan DK Jakarta, Amien Fajar Ocham.

Kegiatan diawali dengan laporan kegiatan oleh Ketua Tim Peraturan Perundang-undangan, Erinawita. Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi teknis dan pemahaman substansi perancang dalam penyusunan Peraturan Perundang-undangan dan mendorong terwujudnya harmonisasi regulasi di daerah.

WhatsApp Image 2025 12 02 at 10.32.54 1

Tessa Harumdila dalam sambutannya menjelaskan bahwa produk hukum daerah harus selaras, tidak bertentangan, dan tidak tumpang tindih dengan peraturan yang lebih tinggi. Lebih lanjut fasilitasi pembentukan regulasi di daerah menjadi sangat penting bukan sekedar forum diskusi, “Kanwil Kemenkum DK Jakarta bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap produk hukum daerah yang dibentuk telah melalui proses pengharmonisasian, pembulatan dan pemantapan konsepsi agar tidak terjadi permasalah hukum di kemudian hari,” jelasnya.

Kegiatan Fasilitasi Pembentukan Regulasi di Daerah ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari, dan pada hari pertama ini menghadirkan narasumber praktisi dan akademisi antara lain, Dr. Afdhal Mahatta, Dr. Moch. Ryan Bakry dan Ibnu Hayyan. Melalui kegiatan ini, diharapkan penguatan kapasitas perancang dapat semakin mendorong terciptanya regulasi daerah yang berkualitas dan berorientasi pada kepentingan publik.

WhatsApp Image 2025 12 02 at 10.33.01

WhatsApp Image 2025 12 02 at 10.33.08

WhatsApp Image 2025 12 02 at 10.33.06

WhatsApp Image 2025 12 02 at 10.33.05 1

WhatsApp Image 2025 12 02 at 10.32.59

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.