Newstv.id | Madina
Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gini Nasional (BGN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, menuai sorotan tajam dari publik dan kalangan pers. Pasalnya, pihak Korwil BGN dinilai selalu menutup diri dan memilih bungkam setiap kali dikonfirmasi oleh tim media terkait berbagai persoalan krusial yang terjadi di lapangan.
Hingga saat ini, keberadaan kantor resmi Korwil BGN Kabupaten Mandailing Natal bahkan tidak diketahui secara pasti, sehingga menyulitkan awak media maupun masyarakat yang ingin melakukan klarifikasi langsung.
Berdasarkan investigasi gabungan tim media, terdapat serangkaian masalah serius yang terjadi dalam program Makanan bergizi gratis (MBG) di wilayah ini, namun tidak pernah mendapatkan penjelasan resmi dari pihak pengelola. Beberapa persoalan tersebut di antaranya: temuan makanan program MBG yang diduga berulat, dugaan perekrutan relawan yang tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis), insiden keracunan massal yang dialami penerima manfaat/relawan, kasus tragis relawan yang mengalami luka bakar saat bertugas. Rabu, (14/10).
Sikap tidak kooperatif juga ditunjukkan oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Simaninggir kecamatan Siabu. Tempat ini merupakan lokasi kerja dari relawan yang dilaporkan mengalami insiden terbakar beberapa waktu lalu.
Saat tim media mencoba menghubungi dan meminta kejelasan mengenai kronologi serta pertanggungjawaban pihak lembaga terhadap korban, Kepala SPPG Desa Simaninggir kompak memilih untuk tidak memberikan jawaban sama sekali.
Hingga berita ini ditayangkan, tim media yang tergabung masih terus berupaya mencari keberadaan kantor dinas Korwil BGN Madina serta meminta tanggapan dari instansi terkait demi keberimbangan.
Sebelumnya, peristiwa adanya relawan yang terbakar di SPPG desa Simaninggir dibenarkan Sekretaris daerah (Sekda) Madina dilansir pada media online. Kadis Kominfo Madina juga dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan informasi itu sudah ramai.
Tim







