Sumatera Utara, NEWSTV.ID — Penanganan darurat bencana tanah longsor yang menutup total ruas jalan utama Tarutung–Sibolga terus dikebut. Pada Rabu (26/11/2025), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara, Hendra D. Siregar, meninjau langsung lokasi terdampak. Tinjauan lapangan dilakukan bersama Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Hardy Siahaan, serta Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Feriyanto Pawenrusi.
Ruas jalan nasional tersebut merupakan jalur vital penghubung logistik dan distribusi ke kawasan pesisir barat Sumatera Utara. Longsor yang terjadi mengakibatkan akses transportasi lumpuh total, memutus pergerakan ekonomi dan jalur darurat menuju kawasan terdampak banjir di wilayah Sibolga dan Tarutung.
Menindaklanjuti situasi darurat tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten segera menurunkan empat unit alat berat untuk membuka jalur yang tertimbun material. Tindakan ini merupakan instruksi langsung Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Nasution, yang meminta percepatan pembukaan akses agar suplai logistik dan bantuan tanggap darurat dapat segera disalurkan kepada masyarakat.
“Kami bergerak cepat, berkoordinasi dengan BBPJN dan BWS untuk mempercepat pembukaan akses. Jalur ini sangat penting karena ekspedisi bantuan harus segera masuk ke wilayah banjir di Sibolga,” ujar Hendra D. Siregar saat meninjau kondisi lapangan.
Hendra menambahkan, jumlah alat berat akan ditingkatkan guna mempercepat proses penanganan. Selain pembersihan material, pemetaan risiko tebing dan potensi longsor susulan juga sedang dilakukan untuk memastikan keselamatan pekerja dan masyarakat yang melintas nantinya.
Pemerintah provinsi menegaskan bahwa percepatan pembukaan akses merupakan prioritas utama dalam pemulihan situasi. Dengan dukungan peralatan tambahan dan kolaborasi lintas sektor, jalur transportasi diharapkan dapat kembali terbuka dalam waktu secepat mungkin.
Kerja terpadu PUPR Sumut, BBPJN, BWS Sumatera II, BPBD, hingga unsur kabupaten terus berlangsung di lapangan. Normalisasi lalu lintas menjadi kunci agar bantuan logistik, medis, dan kebutuhan darurat lainnya dapat menjangkau titik-titik yang masih terisolasi.
Upaya ini juga menjadi penguatan kesiapsiagaan penanggulangan bencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlanjut beberapa hari ke depan.
Jurnalis: Andi Hakim Nasution













