Bandung Barat – Polemik internal kembali mencuat di lingkungan SPPG Cipatik 1,Kabupaten Bandung Barat. Pengaduan sejumlah karyawan yang berujung demo mogok kerja tiga hari menjadi sorotan publik. Sedikitnya sembilan orang karyawan bagian persiapan dilaporkan melakukan aksi protes pada Selasa, 20 Januari 2026, sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen internal.
Sejumlah karyawan yang memberikan keterangan kepada beberapa media mengungkapkan rasa kesal yang telah lama terpendam. Mereka menilai adanya kurangnya sinergi antara karyawan, staf SPPG, dan mitra kerja, yang berdampak pada suasana kerja yang tidak kondusif.
Situasi semakin menyita perhatian publik setelah pernyataan emosional dari Rio Bagja, anak salah satu karyawan dapur SPPG Cipatik, yang menyampaikan keluhannya terkait perlakuan yang dinilai arogan serta adanya dugaan sikap pilih kasih oleh oknum staf SPPG dan tenaga ahli gizi. Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi di masyarakat.
Menanggapi hal itu, sejumlah media melakukan klarifikasi langsung kepada pihak SPPG. Staf SPPG bersama tenaga ahli gizi membantah adanya unsur kesengajaan atau diskriminasi dalam perlakuan terhadap karyawan. Mereka menyebut peristiwa tersebut sebagai kesalah pahaman internal yang diperbesar oleh miskomunikasi.
“Ini murni kesalah pahaman. Kami berkomitmen untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan dan profesional bersama seluruh karyawan,” ujar salah satu perwakilan SPPG kepada media.
Pihak SPPG juga menyatakan akan melakukan evaluasi internal serta membuka ruang dialog agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Diharapkan, permasalahan ini dapat segera diselesaikan dan sinergi antara manajemen, mitra, serta karyawan dapat kembali terjalin demi kelancaran operasional dan pelayanan.
Hingga berita ini diturunkan, proses mediasi internal masih berlangsung dan kedua belah pihak menyatakan kesiapan untuk mencari solusi terbaik. Team news tv jabar












