Newstv.id Makassar Sulsel, – Puluhan Massa Pedagang (PK5) dari Pantai Losari Geruduk Kantor DPRD Kota Makassar, pada Pukul 14:00 Wita Siang Tadi di Jalan Andi Pangerang Pettarani dengan Mengatasnamakan SRMI (Serikat Rakyat Mandiri Indonesia) Makassar Senin, 20/03/2023 Siang Kemarin Kota Makassar.
Aksi demo PK5, tidak berlangsung lama, dengan pengawalan pihak kepolisian dan Satpol PP, dan Massa membubarkan diri dan meninggalkan kantor DPRD Kota Makassar dengan tertib aman dan terkendali.

” Pasal 27.Ayat 2 UUD 1945, Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan namun apa jadinya jika hak tersebut dilanggar dengan dalih Kewenagan atau jabatan. ”
Firdaus Kordinator Aksi Mengatakan, Sejarah Pantai Losari adalah tempat perdagangan, dan menjadi tempat Nelayan untuk menjual hasil tangkapannya setelah habis melaut dan akhirnya menjadi Pasar Ikan, dalam perkembangan yang di ikuti dengan Pedagang Kuliner seperti Kacang Rebus, Loppis, Es Tongtong, Es Pisang Ijo, dan Pisang Epe Khas Makassar yang kemudian menjadi Ikon kuliner sepanjang Pantai Losari sampai saat ini.

Sempat terhenti hampir setahun lamanya karena pandemi covid, saat ini sedang dalam pemulihan ekonomi seluruh sektor termaksud sektor UMKM, setelah di cabutnya masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). PK5 dan Asongan bergembira dengan pencabutan PPKM, dengan harapan sudah bisa berjualan normal kembali seperti dulu sebelum pandemi, namun harapan tersebut hanya menjadi harapan semu kerena sampai saat ini waktu berjualan masih di batasi dengan pemadaman lampu di Jam 24:00 Wita Malam.
Firdaus, Dengan adanya pergantian kepala UPTD, pantai Losari seharusnya mampu memberi situasi berdagang yang lebih baik karena masih dalam situasi recovery ekonomi malah yang terjadi sebaliknya Kepala UPTD yang baru justru bersikap Arogan dengan membuat kebijakan terbalik dari kepala UPTD sebelumnya.
Penataan PK5 dan Asongan dilakukan dengan menempatkan semua pedagang di satu lokasi di Anjungan Mandar dan Anjungan Toraja pedagang di satukan dengan area parkir dan area penitipan helm berbayar, hampir setiap Minggu ada Event di anjungan pantai Losari. saat ini bahkan ada rencana event yang akan berlangsung selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan.
Lanjut Firdaus Pedagang pantai Losari tidak anti event, selama event berlangsung pedagang Asongan tidak bisa berjualan, boleh berjualan jika membayar ke event Organizer.
Celakanya, setiap pelaksanaan event akses jalan (Portal), dimana PK5 dan Asongan berdagang justru di tutup. sedangkan portal di pintu utama di area pelaksanaan event di buka, dan menjadi area parkir baru bagi kendaraan roda dua dan empat.
Terlihat seperti di desain menjadi persaingan perdagangan bebas, belum lagi suka atau tidak suka juga membuat pedagang makin sengsara karena tidak cocok dengan UPTD, maka jangan harap dapat berjualan di area event, bahkan pernah terjadi beberapa pedagang sudah membayar panjar lokasi event, malah di usir oleh EO, atas perintah Kepala UPTD, yang tidak suka dengan para pedagang tersebut.
Akibat kebijakan Kepala UPTD baru tersebut banyak pedagang asongan yang tidak bisa berjualan lagi, sementara pedagang tetap mencoba bertahan dengan terpaksa harus menghadapi hidup Senin kamis, yang biasanya rame pengunjung menjadi sepi karena parkir dan penitipan helm berbayar dan penutupan portal sejak bulan Agustus juga semakin memperparah keadaan, ” Tutup Firdaus Kordinator Aksi.
Oleh karena itu kami dari Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (SRMI) Kota Makassar Menuntut :
1. Mengembalikan Seluruh Pedagang Ke Lokasi Semula.
2. Buka Seluruh Portal Yang Ada Di Area Pedagang.
3. Mengembalikan Jam Berjualan Seperti Semula.
4. Menggratiskan Parkiran Dan Membubarkan Penitipan Helm.
5. Hentikan Sikap Arogan Kepala UPTD
6. Stop Diskriminasi Terhadap Pedagang.
7. Ganti Kepala UPTD Anjungan Pantai Losari. (Sahrul).
Sumber : Serikat Rakyat Mandiri Indonesia (SRMI) Makassar, (Firdaus)













