News tv SUL-SEL – Kirab budaya mewarnai rangkaian acara Festival Gau Maraja La Patau Mattana Tikka Soppeng 2023.

Kirab budaya digelar di depan Lapangan Gasis Soppeng, Kecamatan Lalabata, Senin (17/7/23).

Peserta kirab budaya Devisi seni budaya mabes kiwal Garuda hitam sulsel

Mereka bergantian menampilkan tradisi dan adat istiadat khususnya suku Bugis Makassar.
Serunya Kirab Budaya Festival Gau Maraja La Patau Mattana Tikka, Ada Proses Pernikahan Adat Bugis

Salah satu rangkaian acara pada Festival Gau Maraja La Patau Mattana Tikka Soppeng 2023 yakni Kirab Budaya. Berlangsung di Jl Pemuda tepatnya di depan Lapangan Gasis Soppeng, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Senin (17/7/23).

Devisi Seni Budaya Mabes kiwal Garuda hitam sulsel Anto mappakoe mengatakan Kirab budaya mewarnai rangkaian acara Festival Gau Maraja La Patau Mattana Tikka Soppeng 2023.

Kirab budaya digelar di depan Lapangan Gasis Soppeng, Kecamatan Lalabata, Senin (17/7/23).
Peserta kirab Devisi seni budaya mabes kiwal Garuda hitam
Mereka bergantian menampilkan tradisi dan adat istiadat khususnya suku Bugis Makassar.
Juga, terdiri dari beberapa perguruan tinggi di Bumi Latemmamala.
Adapun yang ditampilkan dalam kirab budaya kali ini adalah rangkaian atau prosesi pernikahan dalam adat bugis.
Di antaranya Mappaccella (Penjemputan tamu keturunan raja), Mappacci (Proses pembersihan jiwa raga kedua calon pengantin, Mappasikarawa (Sentuhan pertama mempelai laki-laki kepada istrinya)
Mapparola (Kunjungan mempelai perempuan ke rumah mempelai laki-laki), Mappasiarekeng (Penguatan kesepakatan sebelum pernikahan).
Tidak hanya itu, tradisi lain seperti Mappenre Tojang (Proses menaikkan bayi ke ayunan), Mappakaraja Gau (Penghargaan kepada Datu/Raja), Massuna ( laki-laki me).
Mappattompang (Pembersihan Benda Pusaka/Kawali), Mattajeng Esso (Menunggu hari/ bagi wanita yang sedang hamil) dan masih banyak lagi.
Diketahui, Gau Maraja La Patau Mattana Tikka merupakan Festival Budaya yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 18 Juli 2023 berpusat di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Festival Budaya ini merupakan kolaborasi antara Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA LPMT), Pemerintah Kabupaten Soppeng.
Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Sulselbar, dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.
Anto Mappakoe selaku ketua Divisi seni budaya mabes kiwal Garuda hitam sulsel menyampaikan bahwa Arung Palakka merupakan sosok yang mulia dan telah mewariskan pesan kepada La Patau Matanna Tikka Datu Soppeng XVIII hingga anak cucunya
La Patau Matanna Tikka adalah Datu Soppeng XVIII yang memiliki sosok pemimpin jujur dan tegas dan penganut Islam yang taat sehingga disebut manusia hebat yang luar biasa,” ucap Anto mappakoe
Lebih lanjut, kata dia Festival kebudayaan ini untuk kedua kalinya diadakan dimana sebelumnya bertempat di Kabupaten Bone.
“Segenap pemerintah Kabupaten Soppeng mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penggagas yang melaksanakan Gau Maraja La Patau Matanna Tikka turut hadiri oleh ketua Anto mappakoe yg memimpin langsung pasukannya,dn Bapak pembina divisi seni budaya mabes kiwal Garuda hitam Sul sel J PRINS MANGGABARANI, SH.MH ,dengan ketua pariwisata Andi Mappangara,ketua punggawa Radhy dn bersama wakil Aswandi daeng sewang ,dn juga daeng Tompo , Rusli,lutfy daeng Jarre, dan para laskar ikut serta
Pada kegiatan ini pula dilakukan beberapa rangkaian acara.
Di antaranya jelajah budaya, pameran UMKM dan makanan tradisional, pameran benda pusaka.
Kirab budaya, pertunjukan permainan seni tradisional, festival seni budaya, pertemuan wija raja La Patau Matanna Tikka, anjangsana Siara budaya, seminar internasional, pertemuan pakar budaya dari berbagai negara.













