Satuan Ditpolairud Polda Sulsel beserta jajarannya bahu-membahu melakukan pengamanan pemadaman terkait terbakarnya KM Umsini di Pelabuhan Soekarno Hatta Kota Makassar, 9 Juni 2024 dinihari tadi sekitar pukul 04:50 WITA.
Setelah menerima Informasi dari masyarakat KM UMSINI yang mengalami kebakaran di pelabuhan Soekarno Hatta, Dit Polairud Polda Sulsel sigap melakukan aksi melalui Anggota Subdit Gakkum dengan Kapal Polisi XIV-2018, untuk melaksanakan giat pengamanan di lokasi kebakaran. Selain berkoordinasi dengan personil Polsek Soekarno Hatta Syahbandar pelabuhan Soekarno Hatta, Dalam upaya ini juga melibatkan sejumlah unsur Laut seperti KP.014.Tactical, BKO Kapal Mabes, Sekoci Kapal Mako, KPLP, Unit Kebakaran Pelabuhan
Dari pantauan media NEWSTV pagi tadi di lokasi, terlihat ada 3 Kapal tim unit Pemadam Kebakaran Pelabuhan dan 14 Mobil Damkar Pelabuhan masih melakukan Pemadaman. Dan informasi tim media melaporkan pemadaman api terhadap kapal Pelni KM UMSINI berakhir pada pukul 08.40 waktu setempat.

Kronologis
Sebagaimana informasi yang diterima Newstv, awalnya kapal tersebut tiba di kota Makassar pada hari Minggu, 09 Juni 2024 sekitar pukul 01.00 WITA dari Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Di hari yang sama kapal Pelni KM UMSINI sementara persiapan untuk berangkat pada pukul 04.00 WITA, dari kota Makassar tujuan Surabaya, Prov. Jawa timur.
Kemudian kapal tersebut tidak berangkat karena adanya trebel atau kerusakan di bagian kamar mesin dan mengakibatkan di bagian kamar mesin terbakar. Dan humgga berita dipublikasikan tim sar gabungan, pemadam kebakaran, otoritas pelabuhan, Dit polairud Polda Sulsel dan masyarakat masih melakukan evakuasi terhadap kapal Pelni KM UMSINI.
Korban dan Analisa

Adapun korban akibat kejadian kebakaran di kapal Pelni tersebut yakni korban patah tulang karena korban tersebut panik dan langsung loncat dari kapal Pelni KM UMSINI. Dan sebab akibat kebakaran yang dialami KM Umsini masih dalam lidik.
Tanggapan Pelindo IV
GM Pelindo IV Iwan Sjarifuddin mengungkapkan, untuk upaya pemadaman awalnya kami tiga kapal tonda (kapal pandu) serta menggunakan mobil damkar milik Pelindo. Termasuk melibatkan Damkar Pemkot Makassar.
Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan terminal tunggu untuk para penumpang. Dia mengimbau kepada penumpang untuk menunggu informasi jadwal keberangkatan selanjutnya.
Cabang Pelni Makassar, Muhammad Jabir, saat dikonfirmasi soal membenarkan insiden kebakaran tersebut, namun mengaku belum mengetaui penyebab kebakaran secara pasti.













