Padangsidimpuan, NEWSTV.ID — Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui Dinas Sosial menggelar kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Bantuan Pengembangan Ekonomi Masyarakat bertajuk “Ibu Berdaya, Keluarga Sejahtera” yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa, 11 Agustus –12 Agustus 2025, di Aula KPN Budi Luhur Kota Padangsidimpuan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi keluarga penerima bantuan sosial (bansos) di wilayah tersebut.
Wali Kota, Dr. H. Letnan Dalimunthe, S.K.M., M.Kes., melalui Kepala Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan, Zufri Nasution, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga penguatan kemampuan masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi.
“Bantuan sosial harus menjadi pintu awal bagi penerima untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan ketergantungan. Melalui pelatihan dan pendampingan seperti ini, kami ingin memastikan bahwa penerima bansos dapat berdaya, produktif, dan sejahtera,” ujar Zufri Nasution.
Lebih lanjut, Zufri menjelaskan bahwa Pemkot Padangsidimpuan berkomitmen penuh mendorong penerima bantuan agar memiliki usaha yang legal, berkelanjutan, dan memiliki daya saing. Menurutnya, peningkatan kapasitas dan literasi usaha menjadi kunci agar bantuan yang diberikan benar-benar memberi manfaat jangka panjang.
Kegiatan ini diisi oleh moderator Rivai Syaputra Ritonga, S.H., dan menghadirkan narasumber berpengalaman, di antaranya Linda Sari, S.Sos. yang memaparkan secara rinci syarat penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT). Ia menjelaskan bahwa pelaku usaha wajib memiliki label, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan mencantumkan komposisi produk.
“Kalau semua persyaratan lengkap, surat SPPIRT bisa terbit paling lambat enam bulan. Selain itu, BPOM mensyaratkan agar rumah produksi terpisah dari rumah pribadi. Untuk produk makanan yang masa simpannya hanya tujuh hari, persyaratannya juga berbeda,” jelas Linda.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan, Eva Julianti Hasibuan, S.Sos., memberikan arahan teknis terkait pengelolaan usaha kecil berbasis rumah tangga, strategi pemasaran, serta pentingnya menjaga kualitas dan higienitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Narasumber lainnya, Gustomy Hamonangan, S.Sos., M.M., menekankan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada modal atau bantuan yang diberikan, tetapi juga pada kemauan dan konsistensi pelaku usaha dalam mengembangkan produk.
“Modal bisa habis, tapi keterampilan dan jaringan usaha akan bertahan lama. Karena itu, setiap penerima bansos harus memanfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar, berinovasi, dan membangun jejaring pasar. Inilah kunci agar usaha bisa tumbuh dan bertahan,” tegas Gustomy.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai kelurahan di Kota Padangsidimpuan yang selama ini menjadi penerima bansos. Mereka antusias mengikuti materi yang diberikan. Salah satu peserta, Dewi Puspa Hasibuan, menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Sosial.
“Ilmu yang kami dapat hari ini sangat bermanfaat. Sekarang kami paham bagaimana mengurus legalitas usaha dan menjaga kualitas produk. Semoga ke depan kami bisa lebih mandiri dan tidak hanya mengandalkan bantuan,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif, yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan kendala maupun rencana pengembangan usaha masing-masing.
Dengan adanya kegiatan ini, Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. Letnan Dalimunthe, S.K.M., M.Kes., berharap lahir lebih banyak pelaku usaha kecil yang legal, berkualitas, dan mampu bersaing, sehingga program bantuan sosial dapat bertransformasi menjadi program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jurnalis: Andi Hakim Nasution













