Newstv.id, Yogyakarta – Sejumlah Pejabat Utama (PJU) di Polda DIY resmi menjalani mutasi, Senin (12/1/2026).
Salah satu pejabat utama yang berganti yakni Dirlantas Polda DIY. Pejabat Dirlantas Polda DIY yang baru adalah Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, SIK, MH.
Masyarakat DIY yang mendengar kabar adanya pergantian pejabat Dirlantas Polda DIY, menyambut gembira. Bahkan, masyarakat tersebut memberi ucapan selamat dan sukses kepada Dirlantas Polda DIY yang baru. Dalam ucapan selamat itu, mereka berharap agar Dirlantas yang baru bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Salah satu harapan masyarakat DIY khususnya dari Kabupaten Sleman, agar Dirlantas yang baru bisa menuntaskan keresahan masyarakat Sleman terkait keberadaan truk pengangkut material pasir maupun urug yang melintas di jalan umum secara ugal-ugalan dan tanpa penutup terpal.
“Pekerjaan Rumah (PR) Pak Dirlantas Polda DIY yang baru adalah menertibkan truk-truk bermuatan pasir yang berkeliaran di jalan umum tanpa penutup terpal dan berkonvoi hingga ugal-ugalan di jalan tanpa memperhitungkan keselamatan pengguna jalan lainnya,” ujar Pemerhati Publik dan Lingkungan DIY-Jateng, Abdul Zahir Mubarok, Senin (12/1/2026).
Ditegaskan oleh Abdul Zahir Mubarok, saat ini truk pengangkut material ke proyek jalan tol keberadaannya meresahkan masyarakat. Karena itu, kehadiran petugas dari kepolisian dan Dinas Perhubungan diperlukan guna melakukan penertiban agar keresahan masyarakat bisa diatasi.
“Kita berharap Dirlantas Polda DIY yang baru bisa bersama-sama Dinas Perhubungan DIY dan pihak terkait untuk turun langsung menindak armada-armada yang meresahkan itu,” tegas Abdul Zahir Mubarok.
Disebutkan Zahir, proyek jalan tol merupakan proyek strategis nasional yang harus didukung. Namun tidak harus mengorbankan masyarakat melalui keberadaan truk-truk pembawa material melintas di jalan secara sembarangan dan seenaknya supir.
Alasan inilah, kenapa pihaknya menaruh banyak harapan kepada Dirlantas Polda DIY yang baru, agar masyarakat bisa terlindungi dari ancaman keselamatan truk-truk tersebut.
Seperti diketahui, Jalan Tempel – Bayurejo Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman setiap hari dilewati truk pengangkut material proyek Jalan Tol. Ironisnya, truk yang melintas ini banyak yang tanpa penutup terpal saat membawa pasir maupun urugan. Akibatnya, pasir dalam bak tercecer di jalan dan menganggangu pandangan pengguna jalan lain.
Sementara itu, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO) Sleman, Yupiter Ome, mengaku prihatin melihat keberadaan truk bermuatan pasir melintas di jalan umum tanpa penutup terpal. Akibatnya, pasir yang dibahas bak truk tercecer jalan dan mengganggu warga lain.
Ome menegaskan bahwa keberadaan truk yang abai dengan keselamatan masyatakat umum, hendaknya tidak dianggap spele. Pasalnya, cepat atau lambat akan memakan korban jiwa. Aparat terkait harus segera bertindak sebelum terlambat. (HMI)













