Warga Tanda Tanya, Pos Pelayanan Kesehatan Mudik Milik Kota Yogyakarta Diduga Hanya Simbolis?

Warga Tanda Tanya, Pos Pelayanan Kesehatan Mudik Milik Kota Yogyakarta Diduga Hanya Simbolis? | NEWS TV
Warga Tanda Tanya, Pos Pelayanan Kesehatan Mudik Milik Kota Yogyakarta Diduga Hanya Simbolis? | NEWS TV

Newstv.id, Yogyakarta – Selama arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta menyiagakan tenaga kesehatan (Nakes) di Posko-posko pelayanan kesehatan mudik.

Salah satunya Pos Pelayanan Kesehatan Mudik 2026 di Jalan P. Mangkubumi Kota Yogyakarta.

Pos Pelayanan Kesehatan Mudik ini didirikan di samping Hotel 1O1 dekat Apotek Merapi.

Di pos ini telah disiagakan petugas Kesehatan termasuk ambulan. Hal itu dilakukan tentu saja misinya untuk membantu melayani para pemudik yang membutuhkan layanan medis.

Lantas apa jadinya, jika pos pelayanan kesehatan mudik di Jalan P Mangkubumi ini jika batas pelayanannya hanya sampai pukul 17.00 WIB.

Sejumlah pemudik termasuk wisatawan yang datang berkunjung di Tugu Jogjakarta menginginkan pelayanan di pos pelayanan kesehatan tersebut tetap membuka layanan sampai malam hari. Atau setidaknya hingga pukul 21.00 WIB.

Seperti yang dikemukakan oleh Winda (41), warga Cikarang Jawa Barat yang mudik lebaran di Yogyakarta. Pasalnya, pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 19.45 WIB ia bersama keluarga datang ke Tugu untuk rekreasi sebelum kembali ke kampung halamannya.

Saat berada di Tugu, putrinya berinisial Iin (10), mendadak muntah-muntah. Agar mendapat pertolongan pertama, sejumlah warga lainnya mengarahkan datang ke Pos Pelayanan Kesehatan Mudik. Namun, saat datang Pos tersebut, bukannya mendapat layanan sebaliknya Pos kosong dan tidak satupun petugas berada di sana.

“Kok tidak petugasnya ya. Apa jam operasional Pos pelayanan kesehatan mudik lebaran ini hanya siang saja. Atau sudah bubar karena lebaran sudah lewat dua hari,” ujar Winda tampak cemas.

Agar putrinya mendekat pertolongan medis, Winda bersama suaminya pun bergegas meninggalkan Pos tersebut dan mencari fasilitas kesehatan terdekat. Hingga berita ini diturunkan, jurnalis media ini belum mengetahui kelanjutan putri Winda. Apakah bisa mendapat pertolongan media atau bagaimana.

Terlepas dari cerita Winda, sejumlah pihak menyesalkan keberadaan Pos Pelayanan Kesehatan Mudik Kota Yogyakarta di Jalan P Mangkubumi ini.

Menurut sejumlah warga, yang nanya Pos Pelayanan Arus Mudik tidak perlu kosong dari petugas. Petugas sejatinya siaga 24 jam secara bergantian agar bisa memudahkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Walikota Yogyakarta dan Kepala Dinkes harus melakukan evaluasi atas keberadaan Pos Pelayanan Kesehatan tersebut. Hal itu dimaksudkan agar keberadaan Pos tersebut tidak sekadar simbolis saja, tetapi keberadaannya bisa dirasakan masyarakat.

“Harus dievaluasi Pos seperti ini. Jangan sampai hanya simbol untuk membuat alokasi anggaran seolah-olah Pos ini betul-betul melayani masyarakat tapi kenyataannya tidak. Kan, membangun Pos itu pasti mengeluarkan anggaran. Pasti ada anggaran obat, anggaran operasional dan lainnya,” tegas seorang warga bernama Sembiring. (Hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *