Cianjur, (Senin, 30 Maret 2026) Dugaan banyaknya penyelewengan anggaran Pusat
Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) dilingkungan Disdikpora Kabupaten Cianjur banyak menuai kritis dari
warga masyarakat karena carut marutnya nilai uang milyaran rupiah tidak bisa mendongkrak nilai Indek
Prestasi Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur yang prestasinya paling bontot di Propinsi Jawa barat..
Salah satunya adanya dugaan Corvorasi ( Pejabat Disdikpora, Forum PKBM, Koperasi dan Lembaga
Pengelola PKBM ) mulai adanya dugaan Mark up Data Dapodik sampai alur keuangan yang sampai ke
Yayasan Pengelola PKBM.
Hasil penelusuran sementara awak media dilapangan, pertama banyaknya oknum pejabat Disdikpora
yang terlibat langsung dengan peranan PKBM dimana peranan oknum pejabat tersebut mempunyai andil
kepemilikan dibeberapa Yayasan dalam pengelolaan PKBM. Menurut sumber yang enggan disebut
namanya menyebutkan, “wah ini sudah bukan rahasia umum lagi pak, mereka para pejabat banyak yang
mempunyai yayasan PKBM, ada yang sampai 17 Yayasan PKBM belum lagi para pejabat Disdikpora,
pokoknya banyaklah pak, tapi jangan sampai nanti sumbernya dari saya”, ungkapnya.
Secara terpisah Pengelola PKBM lainnya mengungkapkan kalau selama dirinya mengelola PKBM banyak
kebijakan yang sudah keluar jalur, lebih jelas ungkapnya “ dalam belanja barang diharuskan melalui
Forum PKBM dimana didalamnya ada Koperasi, sistem belanja nya ketika ada pencairan BOP pihak
Lembaga PKBM didatangi terlebih dahulu dan dipintai uang belanja sesuai rkas, namun sayang barang
yang dikirim jauh tidak sesuai dengan pesanan rkas semula, bahkan barangnya sampai saat ini belum
terpenuhi”.
Dilain pihak beberapa PKBM mengungkapkan” kalau Yayasan kami jadi bulan-bulanan pemerikasaan
akan tetapi yang mendapatkan BOP milyaran rupiah tenang-tenang saja. Sampai Ketua Forum meminta
anggaran puluhan juta rupiah dengan dalih untuk keamanan”, tandasnya penuh kekesalan.
Sementara dilain tempat LSM MARAK ( Majlis Rakyat Anti Korupsi ) melalui Sekretarisnya Alam Abubakar
BE selaku pemerhati Pendidikan Kabupaten Cianjur menyebutkan, “ dari sebanyak 369 PKBM di
kabupaten Cianjur dengan jumlah siswa sebanyak 68.052 orang. Secara acak kami investigasi ke 25 PKBM
diduga banyak data Dapodik yang dimark up, tapi lebih jelasnya kami sudah melayangkan format yang
harus diisi oleh setiap lembaga PKBM, nanti hasilnya akan kami beritahukan”, ungkapnya ( team jabar )













