BERITA  

Respon Tanggap Propam Jakarta Selatan Terhadap Dugaan Ketidakprofesionalan Oknum Penyidik PPA Dalam Kasus Pencabulan Anak

Respon Tanggap Propam Jakarta Selatan Terhadap Dugaan Ketidakprofesionalan Oknum Penyidik PPA Dalam Kasus Pencabulan  Anak | Newstv Indonesia
Respon Tanggap Propam Jakarta Selatan Terhadap Dugaan Ketidakprofesionalan Oknum Penyidik PPA Dalam Kasus Pencabulan Anak | Newstv Indonesia

 

Jakarta,

Pendampingan awak media online terhadap keluarga korban kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur berlangsung di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), lantai tiga Polres Jakarta Selatan, pada Senin (4/5/2026).

Kehadiran media dilakukan atas undangan pihak keluarga korban yang mengaku mengalami kendala dalam proses penanganan perkara.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, keluarga korban menyoroti dugaan ketidakprofesionalan oknum penyidik PPA berinisial IJ

Orang tua korban, berinisial D, menyampaikan bahwa komunikasi dengan penyidik dinilai tidak kooperatif dan kurang responsif.

Meski pihak keluarga telah menyerahkan sejumlah bukti serta melakukan upaya komunikasi, respons yang diterima dinilai tidak memadai, bahkan cenderung diabaikan.

 

Kondisi ini memperburuk situasi psikologis korban yang telah mengalami trauma.

Secara umum, kinerja penyidik Unit PPA yang tidak profesional dapat berdampak serius, baik terhadap proses hukum maupun kondisi korban.

 

Penanganan yang lambat berpotensi menghilangkan alat bukti penting, serta memperbesar risiko retraumatisasi korban akibat proses pemeriksaan yang tidak sensitif

 

Selain itu, minimnya komunikasi terkait perkembangan kasus, seperti tidak diterimanya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), turut menimbulkan ketidakpastian hukum dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak Propam Polri melalui unit Paminal Polres Jakarta Selatan memberikan respon.

Seorang petugas yang disebutkan bernama Ronny menyatakan bahwa laporan keluarga korban akan segera ditindaklanjuti.

“Kami akan memproses dan menindaklanjuti laporan orang tua korban.

Kami juga berupaya menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran yang menimbulkan ketidaknyamanan dalam pelayanan,”ujarnya dilokasi.

Keluarga korban berharap agar kasus dugaan pencabulan yang melibatkan oknum guru honorer tersebut dapat segera diproses secara hukum hingga tuntas.

 

Mereka juga meminta agar tidak ada tekanan dari pihak manapun selama proses hukum berjalan.

“Kami hanya ingin keadilan dan kenyamanan sebagai keluarga korban,” tegas ibu korban berinisial D.

Kasus ini menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan pentingnya profesionalisme aparat dalam menangani perkara yang melibatkan kelompok rentan, khususnya anak di bawah umur.

(H.R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *