BERITA  

Ada Apa dengan Jalan Lintas Jembatan Merah Lingga Bayu Tidak Ada Perhatian dari Pemerintah Provinsi?

Ada Apa dengan Jalan Lintas Jembatan Merah Lingga Bayu Tidak Ada Perhatian dari Pemerintah Provinsi? | Newstv Indonesia
Ada Apa dengan Jalan Lintas Jembatan Merah Lingga Bayu Tidak Ada Perhatian dari Pemerintah Provinsi? | Newstv Indonesia

Jembatan Merah dan Luka Tak Kunjung Sembuh: Jalan Rusak, Macet, dan Kendaraan Terperosok

Mandailing NatalNewstv.id

Kerusakan ruas Jalan Jembatan Merah–Muarasoma kian memprihatinkan. Lubang-lubang besar di badan jalan, kemacetan yang hampir terjadi setiap hari, hingga kendaraan yang terperosok menjadi pemandangan yang seolah tak lagi mengejutkan bagi masyarakat.

Sejak pagi, arus kendaraan dari dua arah terpaksa bergerak perlahan. Pengendara roda dua maupun roda empat harus bergantian mencari jalur yang masih bisa dilalui untuk menghindari lubang-lubang menganga di badan jalan.

Kondisi tersebut semakin memburuk saat hujan turun. Genangan air menutupi lubang sehingga pengendara sulit memperkirakan kedalamannya. Akibatnya, tidak sedikit kendaraan yang terjebak, bahkan beberapa mobil terperosok karena rusaknya badan jalan.

Kemacetan pun nyaris menjadi rutinitas. Antrean kendaraan mengular, terutama pada jam-jam sibuk, sementara para pengendara harus bersabar menunggu giliran melintas di ruas jalan yang menyempit akibat kerusakan.

“Bukan sekali dua kali kendaraan terperosok di sini. Hampir setiap hari ada saja yang kesulitan melintas,” ujar seorang pengguna jalan melalui sambungan telepon, Minggu (26/7/2026).

Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kerusakan tersebut juga menghambat aktivitas masyarakat. Jalan Jembatan Merah–Muarasoma merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Mandailing Natal. Tingginya mobilitas kendaraan di jalur tersebut membuat dampak kerusakan semakin dirasakan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebuah mobil yang terperosok di ruas jalan Sitinjak–Aekinumon pada Minggu (26/7/2026) mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh selama kurang lebih dua jam. Kendaraan dari kedua arah terpaksa mengantre hingga proses evakuasi selesai dilakukan.

Para pengguna jalan berharap pemerintah segera melakukan perbaikan secara menyeluruh agar kondisi tersebut tidak terus berlarut-larut. Mereka menilai jalan yang aman dan layak merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi demi menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Hingga kini, lubang-lubang di badan Jalan Jembatan Merah masih menjadi ancaman bagi setiap pengguna jalan. Kemacetan panjang dan kendaraan yang terperosok terus menghiasi aktivitas harian di kawasan tersebut, seakan menjadi luka yang tak kunjung sembuh.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *