Babinsa Koramil 0902/Sindangkerta di Desa Weninggalih Evakuasi ODGJ ke RSJ Cisarua, Wujud Kepedulian Keamanan dan Kemanusiaan
Bandung Barat – Sebagai wujud kepedulian terhadap keamanan wilayah sekaligus nilai-nilai kemanusiaan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Weninggalih, Sertu Agus Hardi, anggota Koramil 0902/Sindangkerta Kodim 0609/Cimahi, melaksanakan evakuasi terhadap seorang warga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kampung Cijere RT 03 RW 03, Desa Weninggalih, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (30/12/2025).
Evakuasi tersebut dilakukan setelah Babinsa menerima laporan dari warga setempat yang merasa resah dengan perilaku pasien. Warga ODGJ tersebut diketahui berusia 25 tahun dan dalam beberapa waktu terakhir kerap menunjukkan perilaku tidak terkendali. Bahkan, pasien dilaporkan sering membawa senjata tajam, sehingga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun masyarakat di sekitarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Sertu Agus Hardi bergerak cepat dengan melakukan koordinasi lintas unsur kewilayahan, melibatkan perangkat desa, Ketua RW 03, Ketua RT 03, anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), serta relawan Desa Weninggalih. Langkah ini diambil untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman, tertib, dan mengedepankan pendekatan persuasif serta humanis.
Sertu Agus Hardi menegaskan bahwa penanganan terhadap ODGJ tidak boleh dilakukan secara kasar atau represif, melainkan harus mengutamakan keselamatan semua pihak serta menghormati hak-hak kemanusiaan pasien.
“Begitu menerima laporan warga, kami langsung berkoordinasi dengan unsur terkait. Evakuasi dilakukan secara persuasif agar tidak menimbulkan trauma, baik bagi pasien maupun masyarakat sekitar,” ujar Sertu Agus Hardi.
Ia menjelaskan bahwa tindakan evakuasi ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat potensi risiko yang ditimbulkan dari perilaku pasien yang membawa senjata tajam. Selain itu, evakuasi juga bertujuan agar pasien mendapatkan penanganan medis yang tepat dan profesional.
Setelah melalui proses pendekatan yang cukup intens dan pengamanan di lokasi, pasien akhirnya berhasil dievakuasi tanpa insiden berarti. Selanjutnya, pasien dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua untuk menjalani pemeriksaan lanjutan serta perawatan oleh tenaga medis yang kompeten di bidang kesehatan jiwa.
Dalam proses evakuasi tersebut, kehadiran aparat kewilayahan dan masyarakat sangat membantu terciptanya suasana yang kondusif. Warga sekitar juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi selama proses berlangsung.
Sertu Agus Hardi menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab Babinsa dalam membantu menyelesaikan permasalahan sosial di wilayah binaannya. Menurutnya, Babinsa tidak hanya bertugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga hadir sebagai solusi atas persoalan kemasyarakatan.
“Penanganan ODGJ harus dilakukan secara tepat dan manusiawi. Selain menjaga keamanan lingkungan, yang terpenting adalah memastikan pasien mendapatkan perawatan yang layak agar bisa pulih dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif terhadap ODGJ, melainkan turut berperan aktif dalam memberikan informasi kepada aparat apabila terdapat warga yang membutuhkan bantuan penanganan medis atau sosial.
Langkah cepat dan sinergis yang dilakukan Babinsa bersama unsur desa ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menyatakan merasa lebih tenang dan aman setelah evakuasi dilakukan, mengingat sebelumnya mereka khawatir akan potensi bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Alhamdulillah sekarang lingkungan kami kembali aman. Terima kasih kepada Babinsa dan semua pihak yang sudah sigap membantu,” ujar salah satu warga Kampung Cijere.
Dengan selesainya evakuasi tersebut, kondisi keamanan dan ketertiban di lingkungan Kampung Cijere kembali kondusif. Selain itu, tindakan ini juga menjadi cerminan kepedulian bersama terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus, sekaligus wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen TNI melalui peran Babinsa dalam mendukung ketahanan wilayah, tidak hanya dari aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. (03 Jabar)


