Capping Day STIKes Sentral Padangsidimpuan 2026: Momentum Sakral Lahirnya Calon Profesional Kesehatan Berintegritas

blank
Capping Day STIKes Sentral Padangsidimpuan 2026: Momentum Sakral Lahirnya Calon Profesional Kesehatan Berintegritas
Oplus_131072

Padangsidimpuan, NEWSTV.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sentral Padangsidimpuan menggelar acara Capping Day Mahasiswa Prodi D3 dan S1 Kebidanan serta Pengukuhan Mahasiswa Prodi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), S1 Administrasi Rumah Sakit, yang dirangkaikan dalam satu seremoni khidmat di Gedung Aula STIKes Sentral, Senin (16/02/2026).

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik mahasiswa kesehatan sebagai simbol dimulainya fase praktik klinik dan penguatan profesionalisme di bidang kesehatan. Acara tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, legislatif, yayasan, civitas akademika, serta orang tua mahasiswa.

Ketua Yayasan Perguruan Sentral Padangsidimpuan, Ahmad Husein Pan Harahap, SH., M.Kn, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Capping Day bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan komitmen moral dan profesional bagi mahasiswa yang akan terjun langsung melayani masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa STIKes Sentral terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan berbasis kompetensi, etika profesi, dan nilai kemanusiaan. Menurutnya, tenaga kesehatan di era modern tidak hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan kemampuan komunikasi yang baik.

“Profesi kesehatan adalah panggilan pengabdian. Dibutuhkan karakter kuat, dedikasi, dan tanggung jawab moral yang tinggi. Kami berharap para mahasiswa mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.

Ketua STIKes Sentral Padangsidimpuan, Rika Aprian, SST., M.Kes, menekankan bahwa pemasangan capping merupakan simbol resmi dimulainya perjalanan mahasiswa sebagai calon profesional kesehatan.

“Pemasangan capping ini adalah simbol komitmen untuk menjadi tenaga kesehatan yang berintegritas, berempati, dan berkompeten. Ini bukan sekadar atribut, tetapi lambang tanggung jawab moral yang harus dijaga sepanjang karier profesional,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia kesehatan menghadapi tantangan kompleks, mulai dari dinamika penyakit, perkembangan teknologi medis, hingga tuntutan pelayanan prima. Oleh karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri secara akademik dan mental.

“Perjalanan ini tidak selalu mudah. Akan ada tantangan, tekanan, dan ujian integritas. Namun dengan kerja keras, disiplin, serta komitmen pada nilai-nilai kemanusiaan, saya yakin kalian mampu menjadi profesional yang membanggakan,” tambahnya.

Mewakili Wali Kota Padangsidimpuan, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Irham Kurnia Agustan, S.K.M., M.Kes, menyampaikan apresiasi atas konsistensi STIKes Sentral dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.

“Pemerintah daerah sangat mendukung penguatan kapasitas pendidikan kesehatan. Kami berharap lulusan STIKes Sentral mampu menjadi motor penggerak peningkatan layanan kesehatan, tidak hanya di Padangsidimpuan, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjaga etika profesi dan menjunjung tinggi sumpah jabatan ketika kelak resmi dilantik sebagai tenaga kesehatan.

Mewakili Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Provinsi Sumatera Utara, H. Roby Agusman Harahap, S.H., Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, H. Hasbin Sitompul, S.Sos, turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa.

Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa atas capaian akademik yang telah diraih hingga memasuki tahap capping.

“Hari ini adalah momen bersejarah dalam perjalanan kalian sebagai calon tenaga kesehatan. Pemasangan capping adalah tanda dimulainya fase pengabdian nyata kepada masyarakat. Jadilah profesional yang menjunjung tinggi etika, kompetensi, dan nilai kemanusiaan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan legislatif dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.

Acara tersebut juga menjadi ruang penghormatan bagi para dosen, tenaga pendidik, serta orang tua mahasiswa yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pendidikan.

Pihak kampus menyampaikan terima kasih atas dedikasi para dosen dalam membimbing mahasiswa, serta pengorbanan orang tua yang senantiasa memberikan doa dan dukungan moral maupun material.

Suasana haru terasa ketika prosesi pemasangan capping dilakukan satu per satu kepada mahasiswa, disaksikan keluarga yang hadir. Prosesi ini menjadi simbol kepercayaan institusi kepada mahasiswa untuk mengemban tanggung jawab praktik di lapangan.

Dalam konteks nasional, peningkatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan menjadi agenda strategis seiring dengan transformasi sistem kesehatan Indonesia. Ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten dan beretika menjadi kunci pemerataan layanan kesehatan hingga ke daerah terpencil.

Kegiatan Capping Day STIKes Sentral Padangsidimpuan ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi daerah dalam berkontribusi pada penguatan sistem kesehatan nasional.

Dengan semangat profesionalisme dan pengabdian, para mahasiswa yang mengikuti Capping Day tahun 2026 diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan kesehatan masyarakat Indonesia.

Menutup rangkaian acara, seluruh civitas akademika dan tamu undangan menyampaikan doa dan harapan agar para mahasiswa senantiasa diberikan kekuatan, keteguhan hati, dan kesuksesan dalam menempuh perjalanan sebagai insan kesehatan yang berintegritas.

“Selamat kepada seluruh mahasiswa kesehatan. Jadilah pelayan kemanusiaan yang profesional, berempati, dan membanggakan bangsa.”

Jurnalis: Andi Hakim Nasution

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *