Newstv.id – Membangun bangsa dan Aceh Timur ke depan sangat bergantung pada eksistensi generasi muda yang usia 17-25 dalam komposisi tak kurang dari 90 ribuan jiwa saat ini. Dan ini ancaman serius buat Aceh Timur bagi yang berakal sehat. Imam Syafi’i memberi tekanan, “Demi Allah, hidupnya pemuda itu dengan ilmu dan taqwa. Jika keduanya tidak ada, maka tidak dianggap keberadaannya”
Hal ini lumrah terjadi di kalangan pemuda, karena masa remaja mengalami pertumbuhan besar pada fisik, pikiran, dan akalnya. Oleh karenanya dibutuhkan fasilitas untuk membatasi diri, mengekang nafsu dan pengarahan yang bijaksana untuk menuntun ke jalan yang lurus.
Pemuda harus dibimbing dan dibina untuk memerankan fungsinya sebagai penggerak pembangunan dan motor pembaharu dalam kehidupan masyarakat,
Karang Taruna dengan Ruh Jihadnya tampil sebagai pelopor gerakan revolusi mental peduli milenial untuk mengarahkan, menumbuhkan nilai kepribadian berakhlak dan bermoral sebagai solusi mewujudkan generasi emas 2045.
Dan ini sesuai amanat GBHN, Karang Taruna merupakan wadah pembinaan, pengembangan generasi muda, dan wadah memperjuangkan nasib serta haknya sebagai warga negara.
Drs. Ridwan Hasan Ketua Karang Taruna juga Caleg DPRA Dapil 6 Aceh Timur dari PKS mengungkapkan, tanpa Pendidikan Karakter bagi Gen-Z (masa kini), dapat dipastikan 5-10 Tahun Ke depan, Aceh Timur khususnya dan Bangsa ini akan HANCUR dan PUNAH dan/atau kembali ke zaman JAHILIYAH. Demikian ungkapnya dengan nada keras pada “Obrolan Bersama Sahabat Taruna Preneur” Selasa 07/11 Peureulak Timur.













