Hanyut Saat Banjir, Warga Padangsidimpuan Kini Terluka dan Terjebak di Pengungsian Aceh Barat

Hanyut Saat Banjir, Warga Padangsidimpuan Kini Terluka dan Terjebak di Pengungsian Aceh Barat

Padangsidimpuan, NEWSTV.ID — Seorang buruh bangunan asal Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Edwar Efendi Tanjung (45), hingga Sabtu (13/12/2025) belum dapat kembali ke rumah dan masih bertahan di tenda pengungsian korban banjir di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Edwar, warga Kelurahan Tobat, Gang Lestari, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, diketahui menjadi korban banjir yang melanda wilayah Aceh Barat. Ia mengalami luka di kepala serta gangguan serius pada penglihatan, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan pulang secara mandiri.

Edwar merupakan ayah dari empat orang anak. Dua bulan lalu, ia berangkat ke Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, untuk bekerja sebagai buruh bangunan demi menghidupi keluarganya.

Kabar mengenai kondisi Edwar baru diketahui keluarga pada Senin malam sekitar pukul 21.23 WIB, setelah yang bersangkutan menghubungi istri dan adik iparnya menggunakan telepon milik orang lain. Sebelumnya, keluarga tidak menerima kabar apa pun selama beberapa pekan karena terputusnya komunikasi.

“Abang menelepon dari atas gunung karena sulit mendapatkan sinyal. Ia bilang mata kirinya tidak bisa melihat dan mata kanan mulai rabun. Kepalanya juga luka, sehingga tidak bisa pulang ke Padangsidimpuan. Sekarang abang berada di tenda pengungsian,” ujar Rendi Hotmatua Hasibuan, adik ipar Edwar, saat dikonfirmasi.

Menurut penuturan keluarga, Edwar sempat hanyut terbawa arus banjir. Ia baru tersadar setelah berada di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien, Bireuen. Edwar dirawat selama enam hari sebelum kemudian dipindahkan ke lokasi pengungsian untuk memberi ruang perawatan bagi korban lainnya.

“Setelah keluar dari rumah sakit, abang tidak lagi bertemu rekan kerjanya atau warga di lokasi tempat ia bekerja membangun masjid. Ia sendirian dan tidak tahu harus meminta bantuan ke siapa,” kata Rendi menirukan penuturan Edwar.

Saat ini, Edwar masih menjalani perawatan di tenda pengungsian dengan kondisi tubuh memar dan gangguan penglihatan serius pada mata kirinya akibat terjangan material banjir.

Pihak keluarga di Padangsidimpuan mengaku telah melaporkan kondisi Edwar kepada kepala lingkungan dan lurah setempat. Namun hingga kini, belum ada kepastian tindak lanjut.

“Kami sudah melapor ke kepling dan lurah, tapi belum ada keputusan. Kami bingung harus ke mana lagi. Anak-anak dan istrinya sangat terpukul dan terus menangis rindu ayahnya,” ujar Rendi.

Keluarga berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Padangsidimpuan maupun pemerintah Aceh, serta dukungan dari aparat terkait untuk membantu pemulangan atau relokasi Edwar dari lokasi pengungsian.

“Kami mohon bantuan agar ada koordinasi lintas daerah. Kami hanya ingin abang bisa pulang dan bertemu kembali dengan istri serta anak-anaknya,” kata Rendi.

Hingga berita ini diturunkan, Edwar masih berada di tenda pengungsian Aceh Barat dan menunggu bantuan untuk dapat kembali ke kampung halamannya di Padangsidimpuan.

Jurnalis: Andi Hakim Nasution

Bagikan ke media Sosial:

= Berita Terkait =

Berita Terkini

NEWS TV Head Line