Tapanuli Selatan, NEWSTV.ID – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan memperingati Hari Anak Yatim Nasional secara serentak di 15 kecamatan pada Minggu, (06/07/2025). Kegiatan berskala kabupaten ini diprakarsai oleh Baznas Republik Indonesia dan mendapat dukungan penuh dari Baznas Tapanuli Selatan, dengan semangat menyebarkan kasih sayang dan kepedulian sosial kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa.
Di Kecamatan Batang Angkola, kegiatan terpusat di Desa Hurase yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya anggota DPRD Tapanuli Selatan dari Partai PKB, Drs. H. Ihwan Nasution dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tapanuli Selatan, Novita Sari Wahyuni, S.AP., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu.
Kegiatan turut dihadiri oleh Camat Batang Angkola, Sekretaris BKD Kabupaten Tapanuli Selatan, para Kepala Sekolah Dasar, serta lurah dan kepala desa se-Kecamatan Batang Angkola. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, menandai peringatan yang bukan hanya seremonial, tetapi juga sarat makna kemanusiaan.
Sebanyak 115 anak yatim menerima santunan dari Baznas RI, sebagai wujud kepedulian negara melalui lembaga resmi yang menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah. Selain itu, 10 orang fakir miskin menerima bantuan tunai masing-masing sebesar Rp 300 ribu dari Baznas Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam sambutannya, Drs. H. Ihwan Nasution menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Yatim harus menjadi momentum refleksi, bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menekankan pentingnya membangun sistem sosial yang merangkul kelompok rentan sebagai bagian dari fondasi kehidupan berbangsa.
“Kami mengucapkan selamat memperingati Hari Anak Yatim Nasional. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang memuliakan anak yatim dan menghormati kaum dhuafa. Ini harus menjadi tatanan hidup kita,” ujar Ihwan dengan penuh haru.
Lebih lanjut, Ihwan menegaskan bahwa kehadiran negara harus benar-benar dirasakan masyarakat kecil. Ia mengapresiasi langkah Baznas dan pemerintah daerah yang terus konsisten dalam aksi sosial nyata, bukan sekadar wacana.
Kadis Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Tapanuli Selatan , Novita Sari Wahyuni, S.AP., M.Si., dalam kapasitasnya mewakili Bupati, turut menyampaikan sambutan yang menggugah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat untuk menciptakan keadilan sosial di Tapanuli Selatan.
“Kegiatan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tapi bukti bahwa kita semua hadir bersama untuk anak-anak kita yang membutuhkan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di bawah kepemimpinan Bapak Gus Irawan Pasaribu sangat mendukung gerakan sosial seperti ini,” ujar Novita.
Ia juga menyampaikan bahwa santunan ini adalah bagian dari komitmen daerah untuk mendorong semangat gotong royong, nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa. Menurutnya, anak-anak yatim adalah bagian dari masa depan daerah yang harus disiapkan dengan kasih dan kepedulian.
Para tokoh masyarakat dan orang tua penerima manfaat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Kehadiran para pejabat daerah di tengah masyarakat memberikan semangat baru dan rasa dihargai yang sangat tinggi.
“Kami bangga dan tersentuh. Anak-anak kami diperhatikan, diberi semangat, bahkan dipeluk oleh para pemimpin daerah. Ini sangat berarti bagi kami,” ungkap salah satu orang tua anak yatim di Desa Hurase.
Suasana haru menyelimuti saat Ihwan Nasution secara simbolis menyerahkan santunan dan menyapa para anak yatim satu per satu. Banyak dari mereka yang tampak tersenyum bahagia, merasa tak sendiri menjalani hidup.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan tausiyah singkat dari tokoh agama setempat. Para peserta berharap peringatan ini terus berlanjut setiap tahun dengan skala yang semakin besar dan menyentuh lebih banyak anak-anak.
Perayaan Hari Anak Yatim Nasional di Tapanuli Selatan tahun 2025 menjadi contoh kolaborasi antara unsur pemerintahan dan lembaga zakat yang sukses menyentuh hati masyarakat. Dengan sosok tokoh seperti Drs. H. Ihwan Nasution yang turun langsung ke lapangan, kegiatan ini menjadi cermin kepemimpinan yang humanis dan merakyat.
Jurnalis: Andi Hakim Nasution













