Takalar/Newstv.id—Persoalan persampahan dan kurangnya kelengkapan alat kesehatan (alkes) di rumah sakit internasional Galesong menjadi perhatian utama dalam visi-misi para calon Bupati pada pemilihan kali ini. Dua pasangan calon yang bersaing, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Dr. H. Hengky Yasin (Calon 01) serta Dr. Syamsari bersama H. M. Natsir Ibrahim (Calon 02), memaparkan program mereka dalam menanggulangi persoalan tersebut.
Calon 01, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengangkat visi untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Dalam misi yang mereka canangkan, pasangan ini berfokus pada pembenahan sistem pengelolaan sampah yang modern dan efisien. Firdaus Daeng Manye berencana memperkenalkan teknologi pengolahan sampah terkini serta meningkatkan peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, pasangan calon 01 juga menyoroti pentingnya kelengkapan alat kesehatan di rumah sakit, terutama rumah sakit bertaraf internasional. Dr. H. Hengky Yasin menyatakan bahwa rumah sakit di daerah harus memiliki fasilitas medis yang lengkap untuk menangani pasien, baik lokal maupun internasional. Keterbatasan alkes ini dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Sementara itu, pasangan calon 02, Dr. Syamsari dan H. M. Natsir Ibrahim, juga memandang serius persoalan pengelolaan sampah. Dalam visinya, Dr. Syamsari ingin menciptakan daerah yang hijau dan berkelanjutan dengan memperkuat program daur ulang sampah dan menambah jumlah tempat pengolahan sampah terpadu di tiap kecamatan. Program ini diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.
Terkait alat kesehatan, pasangan calon 02 menilai bahwa kelengkapan fasilitas di rumah sakit internasional harus segera diperbaiki. H. M. Natsir Ibrahim menyebutkan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pengadaan peralatan medis canggih yang bisa menunjang pelayanan kesehatan yang optimal. Dengan begitu, rumah sakit di daerah tidak hanya mampu melayani pasien lokal, tetapi juga menarik pasien dari wilayah lain.
Visi-misi kedua calon bupati ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menangani masalah persampahan dan kelengkapan alat kesehatan. Dengan pendekatan yang berbeda, masing-masing calon memiliki pandangan dan strategi yang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam pelayanan publik di daerah mereka.
Pilihan masyarakat pada pemilihan nanti akan menentukan siapa yang dianggap paling mampu mewujudkan visi-misi tersebut. Kesejahteraan dan kualitas hidup warga menjadi prioritas yang diusung oleh kedua pasangan calon dalam usaha mereka membangun wilayah yang lebih maju, sehat, dan nyaman bagi semua kalangan.
(Muz)













