Takalar” news tv” pelaksanaan shalat idul Fitri di Desa Bentang kecamatan galesong selatan dengan tema kembali fitrah dan memperbaiki hubungan kepada sesama manusia dengan silaturahim Sabtu 22/04/23.
Masyarakat antusias melaksanakan shalat idul fitri di depan halaman mesjid syuhada 45 Namboa Desa Bentang kecamatan galesong selatan kabupaten Takalar,dari pantauan awak media.
Sebelum di mulai acara shalat idul Fitri ada beberapa rangkaian acara disampaikan oleh protokol diantaranya kata sambutan serentak dari PJ Bupati Takalar yang disampaikan langsung oleh kepala Desa Bentang Darwis palle,Dalam sambutan bapak PJ Bupati menarik kesimpulan bahwa selama beberapa tahun kita mengalami yg namanya wabah pandemi covid 19 Alhamdulillah pada tahun ini kita bisa melaksanakan shalat idul Fitri baik di mesjid maupun di tempat lain seperti lapangan dsb “jelasnya.”
Dalam sambutannya Kepala desa Darwis palle menambahkan pula sebelum menjabat jadi kades yaitu program kerja yang dimana menyampaikan kepada masyarakat nya bahwa Tiang listrik yg ada di dusun parappa yang selama ini menghalangi baik traktor maupun combaine atau mesin pemotong padi yg berada di jalanan Alhamdulillah sudah kami pindahkan dan sudah bisa di lalui baik traktor mesin pemotong padi maupun mobil, “tambahnya”.
Darwis palle menuturkan bahwa program kami sebelumnya untuk para petani juga sudah kami benahi, yaitu penimbunan dua titik jalan tani di dusun Bontosunggu dan Dusun Ngai Ngai sudah kami lakukan, dimana sesuai visi misi atau program kami sebelumnya,”tuturnya.
Yang dimana masyarakat bisa merasakan jalan tersebut tanpa ada lumpur pada saat musim hujan dan masyarakat bisa merasakan sampai saat ini,”Jelasnya.”
Setelah kata sambutan protokol menyerahkan ke Bilal sebagai pengingat atau pemberitahuan tentang tata cara pelaksanaan shalat idul Fitri dalam hal ini yg bertindak sebagai Bilal imam dusun Bontosunggu Abd.Rasyid.
Setelah melaksanakan shalat idul Fitri dirangkaikan dengan khutbah Idul Fitri yg dimana mengingatkan kepada jamaah bahwa masih banyak saudara kita muslim yang serba kekurangan dengan adanya momentum ini maka sebagai manusia yg berkecukupan mapan /kaya bisa membantu mereka yg serba kekurangan, jangan kikir krna masih ada yang butuh uluran tangan dari kita.
Khatib menambahkan pula dalam satu kisah yang menceritakan seorang anak mencari ayahnya yang dimana tahun sebelumnya masih bersama dia, kini sudah tidak ada disamping mereka.
Sang Anak bertanya kepada ibunya wahai ibuku dari sekian banyak orang yg saya lihat kenapa tidak terlihat ayahku dimanakah iya,sang ibu dengan mengeluarkan dan meneteskan air mata bahwa ayahmu anak sudah jalan duluan insya Allah kita akan kesana juga nantinya dan kita di tunggu disana nak.
Sang Anakpun bertanya kepada sang ibu dimana ayahku ibu ,anak anak yg sebaya dengan saya memakai pakaian baru kenapa ayah saya belum juga datang membelikan dan membawakannya juga, jawaban sang ibu sabar nak masih ada waktu lain untuk membeli pakaian dan pakaian yg kita pakai sekarang masih bagus juga.
Dalam khutbah nya khatib berpesan kepada jamaah bahwa disamping hubungan kita baik kepada Allah SWT sebagai sang maha pencipta semesta Alam juga tidak lupa hubungan kita kepada sesama manusia harus juga di utamakan.
Melalui momentum hari raya ini marilah kita bersalaman yang selama ini bermusuhan kembali akur anak kepada orang tuanya, saudara kepada saudaranya dan saling silaturahmi kepada tetangga dan sesama Muslim, “pungkasnya”.
Dan dengan momentum ini pula manusia kembali Fitrah (suci bersih) dari dosa selama setahun penuh, “tutupnya”.













