News TV, KORUT – Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un membuka peluang dialog dengan Amerika Serikat di masa depan, tetapi dengan syarat. Salah satunya menolak bersekutu dengan Korea Selatan.
“Jika Washington menghormati status negara kita saat ini sebagaimana diatur dalam Konstitusi dan menarik kebijakan permusuhannya, tidak ada alasan kita tak bisa berteman dengan baik dengan Amerika Serikat,” kata Kim dalam kongres Partai Buruh pada Rabu (25/2/2026) dikutip Al Jazeera.
Dalam pertemuan itu, Kim juga menunjukkan nada yang lebih agresif terkait Korea Selatan. ”Korea Utara sama sekali tidak punya urusan dengan Korea Selatan. Entitas yang paling bermusuhan dengannya, dan akan secara permanen mengecualikan Korea Selatan dari kategori warga negara,” kata Kim.
Kim menegaskan, sikapnya akan tetap demikian, selama Korea Selatan tidak bisa lepas dari kondisi geopolitik yang mengharuskan mereka berbatasan dengan Korea Utara. ”Kita, satu-satunya cara untuk hidup aman adalah dengan melepaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan kita dan membiarkan kita sendiri,” imbuh dia.
Pernyataan Kim, di mata pakar, menandakan niat Korut ingin menjalin hubungan dengan Amerika Serikat. ”Korut menunjukkan niat menjalin hubungan dengan AS secara independen, tanpa melalui Korea Selatan,” kata Pakar studi Korea Utara Yang Moo Jin dikutip AFP.
Di kesempatan tersebut, Kim menyerukan pengembangan sistem senjata baru untuk memperkuat militer. Kantor Berita Korea Utara (Korea Central News Agency (KCNA) melaporkan Kim juga menetapkan persyaratan rudal balistik antarbenua yang bisa diluncurkan dari bawah laut.
Tak cuma itu, dia ingin memperluas persenjataan nuklir taktis, seperti artileri dan rudal jarak pendek, yang mampu menargetkan Korea Selatan. Kim lalu menegaskan percepatan pengembangan program nuklir dan rudal memperkuat status Korut dalam beberapa tahun terakhir. ”Status kita sebagai negara bersenjata nuklir memainkan peran penting dalam mencegah potensi ancaman musuh dan menjaga stabilitas regional,” kata Kim. (cnn/mmr)
