padalarang – Sepanjang kawasan citatah arah padalarang arus lalu lintas dilaporkan lumpuh total dengan antrean kendaraan mengular tanpa kepastian. Waktu tempuh yang biasanya dapat dilalui dalam hitungan menit berubah drastis menjadi lebih dari empat jam. Ironisnya, dalam situasi yang begitu krusial, masyarakat mengaku tidak melihat kehadiran petugas di titik-titika atau di stiap prapatan hanya ada pak ogah myasarakat bertanya kemana polisi dan dishub yng mengatur lalulintas kemacetan untuk melakukan pengaturan arus kendaraan.

Kemacetan parah terjadi di jalur utama Citatah–Padalarang yang merupakan akses vital penghubung Kabupaten Bandung Barat dengan Kota Cimahi dan Kota Bandung. Jalur ini juga menjadi lintasan kendaraan berat, angkutan logistik, serta kendaraan wisata menuju wilayah Lembang dan sekitarnya, Ketika arus tersendat tanpa rekayasa lalu lintas yang jelas, dampaknya bukan hanya pada keterlambatan perjalanan, tetapi juga pada aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga kondisi kesehatan pengendara yang terjebak berjam-jam di jalan. Sabtu /14/02/2026.
Sejumlah pengguna jalan menyayangkan tidak tampaknya personel dari Polsek Padalarang maupun Polres Cimahi di lokasi kemacetan saat kondisi mencapai puncaknya. Padahal, dalam situasi kepadatan ekstrem, kehadiran aparat sangat dibutuhkan untuk melakukan pengaturan manual di persimpangan, mengurai titik bottleneck, serta mengalihkan arus ke jalur alternatif.

Beberapa titik yang diduga menjadi sumber kemacetan antara lain persimpangan padat kendaraan berat, aktivitas keluar-masuk truk proyek, serta penyempitan jalan di sejumlah segmen. Tanpa pengawasan dan pengaturan terpadu, kendaraan dari dua arah saling berebut ruang, memperparah stagnasi arus lalu lintas.
Kondisi ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai sistem respons cepat terhadap kemacetan berskala besar. Apakah telah dilakukan pemantauan melalui pos lalu lintas terdekat? Apakah koordinasi lintas wilayah sudah berjalan optimal? Mengingat jalur Padalarang–Citatah merupakan koridor strategis, evaluasi menyeluruh terhadap manajemen lalu lintas menjadi hal mendesak.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Diperlukan langkah konkret berupa penempatan personel di jam rawan kepadatan, pemasangan rambu dan pengalihan arus yang lebih tegas, serta koordinasi aktif dengan dinas perhubungan setempat.
Transparansi informasi kepada publik terkait penyebab kemacetan juga penting agar pengguna jalan dapat mengambil keputusan lebih awal, termasuk memilih jalur alternatif.
Kemacetan berjam-jam bukan sekadar persoalan waktu tempuh, melainkan cerminan dari manajemen lalu lintas yang perlu dibenahi. Ketika jalur vital lumpuh total tanpa penanganan cepat di lapangan, publik berhak mempertanyakan kesiapsiagaan dan sistem pengendalian yang seharusnya berjalan efektif demi kenyamanan dan keselamatan bersama. (news tv jabar ,, )






