Pemprov Kaltim ‘Dijatah’ 6.716 M² Untuk Pengembangan Wisata Budaya Di TMII

Anggota Koramil Bersama Warga Kerja Bakti Membersihkan Saluran Air Dan Rumput Liar Di Pinggir Jalan | NEWS TV Indonesia
Anggota Koramil Bersama Warga Kerja Bakti Membersihkan Saluran Air Dan Rumput Liar Di Pinggir Jalan | NEWS TV Indonesia

NEWSTV – Media online Terdepan dan Terpercaya, Untuk Indonesia
Pemprov Kaltim ‘Dijatah’ 6.716 M² Untuk Pengembangan Wisata Budaya Di TMII

Jakarta, NEWSTV.ID –Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang berlokasi di Jakarta Timur memberikan alokasi lahan seluas 6.716 meter persegi untuk dipergunakan Pemprov Kaltim dalam pengembangan budaha Kaltim di Tempat Rekreasi dan Hiburan terbesar di Indonesia tersebut.

Penandatanganan perjanjian pinjam pakai tanah milik Kementerian Sekretariat Negara dilakukan pada Rabu, (8/11/23), dengan kehadiran Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim (Sekda Kaltim), Sri Wahyuni, dan Setya Utama,

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara.
Sri Wahyuni menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan TMII sebagai wajah baru Nusantara dengan empat pilar utama: green, culture, smart, dan inclusive.

Pilar “green” menekankan konsep kawasan hijau, dengan rencana 70% ruang terbuka hijau dan 30% bangunan.

“Setelah perjanjian kerja sama ini, kita akan mendukung TMII untuk menjadi wajah baru Nusantara dengan empat pilar, green, culture, smart, dan inclusive,” kata Sri Wahyuni.

Dalam Stan atau area wilayah Kaltim, rencananya akan dibangun contoh Titik Nol Ibu Kota Nusantara serta bangunan khas lainnya seperti lamin adat Dayak, Masjid Shiratal Mustaqim di Samarinda Seberang, Rumah Dahor di Balikpapan, Museum Tenggarong, dan lainnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim juga akan memberikan kesempatan bagi 10 kabupaten dan kota di wilayah tersebut untuk mempromosikan seni budaya, potensi pariwisata, dan kuliner di anjungan Kaltim yang telah diagendakan.

Setya Utama, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, mengajak 34 provinsi untuk menjaga barang milik negara dengan baik dan memanfaatkannya secara optimal tanpa mengubah fungsi atau menurunkan nilai objek barang milik negara.

“Pengelola TMII berkomitmen untuk mengembangkan TMII menjadi museum hidup terbesar di dunia dengan inovasi dan edukasi, serta harga tiket yang terjangkau,” kata Setya Utama.

Ditempat yang sama, Direktur PT Bhumi Visatanda, Claudia Ingkiriwang, menyatakan harapannya agar TMII menjadi “the biggest folk museum in the world,” dengan konsep “satu tujuan, banyak pengalaman” yang terus menampilkan keanekaragaman Indonesia.

Acara penandatanganan perjanjian pinjam pakai tanah ini juga dihadiri oleh Kepala BPKAD Kaltim, Fahmi Prima Laksana, sebagai saksi. TMII diharapkan menjadi pusat keanekaragaman budaya Indonesia dan menjadi daya tarik wisata budaya yang tak pernah habis untuk dibahas. (ADV/RY/DISKOMINFOKALTIM)

Editor: Tri W

The post Pemprov Kaltim ‘Dijatah’ 6.716 M² Untuk Pengembangan Wisata Budaya Di TMII appeared first on NEWSTV – Media online Terdepan dan Terpercaya, Untuk Indonesia.