Tapanuli Selatan, NEWSTV.ID – Upaya pencegahan banjir terus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Salah satu langkah nyata dilakukan di Desa Janji Manaon, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sejak 1 hingga 3 September 2025, masyarakat bersama anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Drs. H. Ihwan Nasution, bergotong royong melakukan pengorekan Aek Sitampa sepanjang kurang lebih 100 meter.
Kegiatan ini digagas sebagai respons terhadap potensi banjir yang kerap mengancam wilayah tersebut ketika musim hujan tiba. Dengan kondisi topografi desa yang relatif rendah dan aliran sungai yang sering meluap, langkah pengorekan ini diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan yang merugikan warga.
Drs. H. Ihwan Nasution menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat.
“Sebagai anggota DPRD, saya merasa bertanggung jawab untuk memastikan aspirasi masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Pengorekan Aek Sitampa ini adalah upaya preventif agar masyarakat kita terhindar dari bencana banjir yang berulang setiap musim hujan,” ujar Ihwan Nasution di sela-sela kegiatan kepada wartawan, Senin (01/09/2025)
Langkah ini disambut antusias warga setempat. Masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam proses pengorekan dengan melibatkan tenaga gotong royong. Mereka bahu membahu giat untuk mempercepat pengerjaan, memastikan hasil yang maksimal.
Tokoh masyarakat Desa Janji Manaon menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan langsung Ihwan Nasution. “Kami berterima kasih kepada Pak Ihwan yang hadir, mendengar keluhan kami, dan langsung turun tangan memimpin kegiatan ini. Ini bukti nyata perhatian beliau terhadap desa kami,” ungkap salah seorang warga.
Pengorekan Aek Sitampa ini bukan hanya menjadi kegiatan lokal, tetapi juga menjadi contoh model kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang baik, langkah pencegahan bencana dapat dilakukan lebih awal sehingga dampaknya bisa diminimalkan.
Pemerhati kebijakan lingkungan menilai inisiatif ini patut dicontoh daerah lain di Indonesia. Pengerjaan yang melibatkan masyarakat, pejabat daerah, serta penggunaan sumber daya lokal dinilai lebih efektif dalam menciptakan rasa kepemilikan dan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga ekosistem sungai.
Kegiatan pengorekan dijadwalkan selesai pada 3 September 2025 dan diharapkan mampu mengurangi potensi banjir di musim penghujan mendatang. Ihwan Nasution menyatakan akan terus memantau dan memperjuangkan anggaran perbaikan infrastruktur pendukung di DPRD.
“Ini bukan yang terakhir. Saya akan terus mengawal program perbaikan drainase, normalisasi sungai, dan penguatan tanggul. Masyarakat harus terlindungi, dan pemerintah harus hadir sebelum bencana datang,” tegasnya.
Dengan langkah cepat dan komitmen nyata seperti ini, Desa Janji Manaon optimis dapat menghadapi musim hujan dengan lebih tenang. Upaya pengorekan ini menjadi simbol bahwa sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah.
Jurnalis: Andi Hakim Nasution













