BANDUNG BARAT – Puncak peringatan Hari AIDS Sedunia tingkat Kabupaten Bandung Barat digelar oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bandung Barat pada Minggu (28/12/ 2025). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Suparlan, Pusdik Passus, Kecamatan Batujajar ini mengusung tema “Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV/AIDS” sebagai bentuk komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang berkesinambungan.

Peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran publik bahwa penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang berkelanjutan antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat, termasuk kelompok masyarakat berisiko, hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan. Kehadiran masyarakat menunjukkan meningkatnya kepedulian terhadap isu HIV/AIDS serta pentingnya edukasi dan layanan kesehatan yang mudah diakses.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bandung Barat, di antaranya HM. Lilly Koeamadi Antoro, S.Sos., M.Si., didampingi Bina Program Kesehatan H. Jajang Mulyana, SKM., MM., serta Bina Program Kesehatan Penanggulangan HIV/AIDS Kecamatan, Hani Nurani, SKep., Ners.
Dalam sesi pemaparan edukasi kepada masyarakat, Hani Nurani, SKep., Ners menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama.
o
“Hari AIDS Sedunia ini menjadi pengingat bahwa penanggulangan HIV/AIDS harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi kepada masyarakat sangat penting agar tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV), serta agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan dan pengobatan sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa dinamika dan tantangan ke depan menuntut semua pihak untuk mampu beradaptasi dengan perubahan, baik dari sisi kebijakan, pelayanan kesehatan, maupun pendekatan kepada masyarakat. Menurutnya, keberlanjutan layanan HIV/AIDS merupakan kunci agar upaya pencegahan, penanganan, dan pendampingan terhadap ODHIV dapat berjalan secara optimal.
“Kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan. Pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen harus berjalan bersama untuk memastikan layanan HIV/AIDS tetap tersedia, mudah diakses, dan tidak terputus,” tambahnya.
Sementara itu, KPA Kabupaten Bandung Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan edukasi, menguatkan layanan kesehatan, serta mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif dan bebas stigma bagi ODHIV. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup ODHIV sekaligus menekan angka penularan HIV/AIDS di Kabupaten Bandung Barat.
Melalui peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 ini, KPA Kabupaten Bandung Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap HIV/AIDS semakin meningkat, stigma dan diskriminasi dapat terus dikurangi, serta akses terhadap layanan kesehatan terkait HIV/AIDS semakin luas dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Peringatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk terus bergerak, beradaptasi terhadap perubahan, dan menjaga keberlanjutan layanan HIV/AIDS demi terwujudnya kesehatan masyarakat Kabupaten Bandung Barat secara menyeluruh.( 07 Else )













