Oleh:RB Nasution
Madina,
Dana Desa yang seharusnya menjadi penopang pembangunan dan pengembangan ekonomi juga kesejahteraan Rakyat di pedesaan , kini diduga sudah menjadi bancakan segelintir elite lokal begitulah potret kelam yang tergambar dari laporan investasi LSM GEMPUR terhadap pengelolaan dana Desa Simpang Koje Kecamatan Lingga Bayu kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2023-2024
Dari total Anggaran 1,14 Milliar pada tahun 2023 hampir seluruh kegiatan Fisik maupun non fisik kuat dugaan bermasalah pembangunan jalan Usaha Tani , perbaikan jembatan, saluran irigasi, hingga pengadaan sarana kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat terindikasi sarat manipulasi
Anggarannya besar tapi wujudnya nyaris tidak kelihatan, jalan tani seperti bayangan ada dalam laporan, di lapangan hilang “ungkap seorang warga yang enggan namanya dipublikasikan
Temuan LSM Gempur ada indikasi mark up besar besaran nilai proyek besar tidak masuk akal seperti pembangunan gorong gorong senilai 113 juta dan proyek jalan usaha tani dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah padahal realisasinya diduga jauh dari standar tekhnis
Ironisnya, angaran untuk sosial seperti posyandu, Paud, pelatihan kader hingga pemberdayaan pemuda dan perempuan tidak luput dari dugaan manipulasi banyak kegiatan tercatat dalam laporan namun masyarakat tidak pernah menyaksikannya
Tak ada transparansi, tak ada partisipasi warga , tak ada manfaat yang nyata yang ada hanya laporan laporan yang diduga tidak sesuai dengan realisasi atas penggunaan anggaran dana Desa tegas dalam pernyataan Direktur Eksekutif LSM Gempur dalam pernyataannya
LSM Gempur mendesak penegak hukum agar secepatnya melakukan audit forensik , memeriksa seluruh laporan keuangan, dan memanggil pihak pihak terkait, termasuk kepala desa diduga kuat yang menjadi aktor utama dalam praktik penyimpangan penggunaan anggaran dana desa ini
Dalam menghadapi ini masyarakat lebih peka lebih peduli, dan juga melihat dan berani menyuarakan kebenaran, sebab Dana Desa sepenuhnya digunakan untuk membangun sarana juga prasarana desa, jika Desa simpang koje ingin maju, maka harus bangkit dan bersatu dalam mengawasi setiap penggunaan dana desa agar tepat sasaran dan tidak di salah gunakan pihak pihak yang ingin menggerogoti dana Desa tersebut
Demi menuju Desa simpang koje yang lebih maju dan bukan sekedar harapan yang hanya tertulis dalam laporan laporan semata, karena Desa yang kuat dibangun bukan dari hanya uang melainkan dari, kejujuran,keberanian kepedulian, dan juga kesadaran masyarakat yang tinggi.
Ismed Harahap













