Tapanuli Selatan, NEWSTV.ID – Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Drs. H. Ihwan Nasution, menegaskan komitmennya dalam mendorong program pelestarian lingkungan yang sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan pelepasan bibit ikan di aliran Sungai Aek Sitampa, Desa Janji Manaon, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (04/09/2025).
Kegiatan tersebut menjadi momen penting bagi warga, karena secara resmi disepakati pembentukan lubuk larangan – sebuah kawasan konservasi perairan tradisional – di aliran Aek Sitampa yang juga menjadi sumber air bagi Masjid Baiturrahman di desa tersebut.
Menurut Ihwan Nasution, pembentukan lubuk larangan ini merupakan langkah strategis yang memiliki dua manfaat sekaligus: menjaga kebersihan sungai dan memberikan sumber pendapatan berkelanjutan bagi kas masjid.
“Lubuk larangan ini bukan hanya upaya menjaga ekosistem perairan dan kelestarian ikan, tetapi juga menjadi cara kreatif meningkatkan ekonomi masyarakat. Hasil panen ikan nantinya akan dikelola bersama dan sebagian hasilnya disalurkan untuk mendukung kegiatan Masjid Baiturrahman,” ujar Ihwan Nasution di hadapan masyarakat yang hadir.
Kepala Desa Janji Manaon, Sulaiman Nasution, turut menyambut baik inisiatif ini dan mengapresiasi dukungan legislatif dalam memberdayakan potensi lokal desa.
“Dengan adanya dukungan Pak Ihwan, kami yakin masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan sungai. Selain itu, program ini akan menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi desa,” ungkapnya.
Kegiatan pelepasan bibit ikan dihadiri puluhan warga, tokoh adat, pengurus masjid, serta kelompok pemuda desa. Antusiasme terlihat saat masyarakat bergotong royong membersihkan aliran sungai sebelum bibit ikan ditebar.
Pengelolaan lubuk larangan ini nantinya akan dilakukan secara bersama oleh pemerintah desa, pengurus masjid, dan perwakilan masyarakat melalui sebuah kelompok pengelola yang dibentuk secara resmi. Sistem pengawasan berbasis kearifan lokal juga akan diterapkan, sehingga keberlanjutan program tetap terjaga.
Ihwan Nasution menegaskan bahwa program semacam ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan keseimbangan antara lingkungan, sosial, dan ekonomi.
“Kalau masyarakat desa bisa menjaga lingkungannya sendiri, hasilnya akan kembali ke mereka. Saya berharap lubuk larangan Janji Manaon bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Tapanuli Selatan,” tegasnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan kualitas air Aek Sitampa semakin baik, populasi ikan meningkat, dan masyarakat dapat menikmati hasilnya pada waktu panen secara adil. Selain itu, kas Masjid Baiturrahman akan memiliki sumber pendanaan baru untuk mendukung kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial.
Jurnalis: Andi Hakim Nasution













