Newstv.id, Yogyakarta – Seorang dai yang malang melintang berdakwah, Ustadz H. Saijan, S.Ag, M.Si, mengapresiasi Korem 072/Pamungkas karena masih menyempatkan waktu untuk memperingati Isra Miraj 1447 Hijriah.
Hal itu ia kemukakan di hadapan prajurit, ASN dan pengurus Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Rem 072 PD IV/Diponegoro
karena peringatan Isra Miraj adalah peristiwa yang luar biasa.
Ustadz Saijan berujar bahwa peristiwa Isra Miraj ini adalah peristiwa yang luar biasa, meski begitu diperayaannya kini mulai biasa-biasa saja. Tetapi tidak bagi Korem 072/Pamungkas.
Pasalnya, pihak Korem Pamungkas telah membuktikan pada hari ini Rabu, 21 Januari 2026 dimana Korem Pamungkas yang dikomandani oleh Brigjen TNI Bambang Sujarwo masih menyediakan waktunya untuk memperingati hari bersejarah bagi umat Islam dengan luar biasa.
Untuk diketahui bahwa Korem 072/Pamungkas telah melaksanakan peringatan Isra Miraj Rasulullah SAW di Masjid Al-Hidayah, Jalan Reksobayan Nomor 4, Kota Yogyakarta, Rabu (21/1/2026).
Pada peringatan Isra Miraj tersebut telah dihadiri langsung oleh Danrem 072/Pamungkas bersama para Kasi Kasrem 072/Pamungkas. Juga tampak hadir mendampingi Danrem adalah Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072, Mayor Inf Suwito.
Menurut Brigjen TNI Bambang Sujarwo bahwa peringatan Isra Miraj memiliki makna strategis dalam pembentukan karakter prajurit. Salah satunya adalah nilai utama dari peristiwa Isra Miraj yaitu perintah shalat lima waktu dimana di dalamnya telah mengajarkan disiplin, ketulusan dan ketaatan.
“Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kehidupan prajurit. Disiplin dalam ibadah akan membentuk pribadi yang jujur, bertanggung jawab, serta memiliki loyalitas yang tegak lurus kepada pimpinan dan negara,” kata Danrem.
Dengan mengusung tema “Membentuk Karakter Prajurit yang Prima Guna Menuju Indonesia Maju”, Danrem mengatakan bahwa prajurit yang berkarakter kuat dan berlandaskan iman akan mampu menjalankan tugas secara profesional serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran. Hal tersebut menjadi kunci terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai fondasi pertahanan negara.
“Shalat, merupakan sarana pembentukan karakter, mental, dan akhlak yang selaras dengan jati diri prajurit TNI dan ASN lingkup militer,” sebutnya. (HMI)













