Siswi MAN IC Tapsel Digembleng Jadi “Habibie Muda” Lewat Program Kepemimpinan Nasional

Siswi MAN IC Tapsel Digembleng Jadi “Habibie Muda” Lewat Program Kepemimpinan Nasional | NEWS TV
Siswi MAN IC Tapsel Digembleng Jadi “Habibie Muda” Lewat Program Kepemimpinan Nasional | NEWS TV

Tapanuli Selatan, NEWSTV.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan. Salah satu siswinya, Fathiyatuz Zahra Elgaitsa Dongoran, terpilih mengikuti program Misi Kepemimpinan Pemuda Muslim (Misi #10000HabibieMuda) yang digelar di Auditorium Pondok Pesantren Al Kausar, Sukabumi, Jawa Barat.

Program kepemimpinan ini merupakan inisiatif pendidikan yang terinspirasi dari pemikiran dan warisan tokoh nasional B. J. Habibie bersama istrinya Hasri Ainun Habibie, dengan tujuan menyiapkan generasi muda muslim yang mampu menjadi pemimpin masa depan Indonesia.

Kepala MAN IC Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I., M.S.I., mengatakan bahwa terpilihnya Fathiyatuz Zahra bukanlah proses yang mudah. Ia harus melalui tahapan seleksi yang ketat sebelum akhirnya dinyatakan lolos mengikuti pelatihan kepemimpinan tersebut.

“Terpilihnya Fathiyatuz Zahra Elgaitsa Dongoran sebagai peserta pelatihan kepemimpinan melalui program Misi #10000HabibieMuda telah melalui proses yang panjang dan seleksi yang ketat,” ujar Abdul Hakim, Rabu (31/12/2025).

Program penggemblengan generasi muda muslim ini dilaksanakan selama empat hari, yakni 22 hingga 24 Desember 2025. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Asrama Al Kausar bersama Orbit Edutech yang berfokus pada penguatan literasi digital dan transformasi pendidikan bagi generasi muda Indonesia.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti sejumlah agenda pemberdayaan, diskusi kepemimpinan, hingga pelatihan keterampilan menghadapi tantangan abad ke-21.

Dalam Muslim Youth Leadership Camp tersebut, panitia juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai mentor, di antaranya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Joko Agus Purnomo serta Ketua Umum Ikatan Alumni Beasiswa Habibie Bimo Sasongko.

Menurut Abdul Hakim, keberhasilan Fathiyatuz Zahra mengikuti program tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MAN IC Tapanuli Selatan.

“Tentu kita merasa bangga karena seleksinya cukup ketat. Ini menjadi bukti bahwa konsep dan manajemen pendidikan di MAN IC mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan beriman,” jelasnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut sekaligus menambah daftar prestasi siswa MAN IC Tapanuli Selatan di tingkat nasional.

Sementara itu, Fathiyatuz Zahra Elgaitsa Dongoran mengungkapkan bahwa selama mengikuti camp, seluruh peserta dibekali berbagai keterampilan untuk menjadi pemimpin yang tangguh seperti sosok Habibie.

Salah satu tantangan yang dihadapi peserta adalah kemampuan mengambil keputusan secara cepat dalam situasi genting.

“Mengambil keputusan dalam waktu singkat benar-benar menguras energi. Kami juga diminta membuat proyek yang hanya dipersiapkan dalam satu malam, tetapi akhirnya kami puas dengan hasilnya,” ujarnya.

Fathiyatuz Zahra mengaku sangat bersyukur dapat terpilih sebagai salah satu peserta dalam program kepemimpinan tersebut.

“Ini pengalaman yang sangat berharga. Sayangnya kami tidak bisa berkunjung ke Wisma Habibie-Ainun karena sedang tutup,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku tetap mendapat pengalaman berkesan karena sempat berfoto bersama cucu sulung Presiden ke-3 RI, Nadia Habibie.

Keikutsertaan Fathiyatuz Zahra dalam program Misi #10000HabibieMuda diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi kepemimpinan demi masa depan bangsa. (AHN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *